Pemerintah Aceh Diminta Tanggapi Serius Pilkada Abdya

rayapos.com - Pemerintah Kabupaten Tangerang mengharapkan situasi dan kondisi di wilayah ini, pasca-Pilkada Gubernur Banten 2017, aman dan semua pihak termasuk calon pendukung dapat menahan diri untuk menghindari konflik.
Pilkada serentak 2017. (Foto: www.lentera.online)

@Rayapos | Banda Aceh: Pemerintah Aceh diminta menanggapi serius pilkada di Aceh Barat Daya (Abdya) menyusul dicoretnya satu pasangan calon bupati dan wakil bupati sebagai peserta pemilihan kepala daerah.

“Kami meminta Pemerintah Aceh tanggap dan serius menyikapi masalah pilkada di Aceh Barat Daya. Jangan sampai setelah terjadi gejolak, baru ditanggapi,” kata Wakil Ketua Komisi A DPRK Aceh Barat Daya Zaman Akli di Banda Aceh, Senin.

Sebelumnya, Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh mencoret pasangan calon Bupati dan Wakil Aceh Barat Daya Said Syamsul Bahri dan M Nafis sebagai peserta pilkada.

KIP Aceh mencoret pasangan itu setelah mengambil alih tugas dan kewenangan KIP Aceh Barat Daya karena semua komisioner lembaga penyelenggara pemilu itu dinonaktifkan oleh KPU.

Menurut Zaman Akli, pencoretan itu sudah menimbukan kecemasan dan kegundahan di masyarakat. Dan dikhawatirkan mengganggu stabilitas politik di Aceh Barat Daya.

“Kami khawatir ini akan menimbulkan gejolak di tengaj masyarakat. Sebab, pasangan yang dicoret tersebut berasal dari akar rumput masyarakat,” kata Zaman Akli.

Oleh karena itu, lanjut dia, Pemerintah Aceh diminta menyikapinya secara serius. Jangan dianggap kasus pilkada Aceh Barat sepele.

“Kami minta Pemerintah Aceh proaktif menanggapi masalah ini. Jangan dianggap sepele dan masalah ini baru ditanggapi setelah terjadi insiden. Inilah yang tidak kami inginkan,” kata Zaman Akli.

Sementara itu, Suprijal Yusuf, tokoh muda Aceh Barat Daya, menyesalkan pencoretan peserta pilkada di daerah itu. Pencoretan sudah mengganggu perkembangan politik di Aceh Barat Daya.

“Kalau memang pasangan itu tidak memenuhi syarat pencalonan, kenapa tidak dicoret sejak dulu. Ini malah dicoret menjelang pemungutan suara,” kata dia.

Menurut Suprijal, penyelenggara pilkada benar-benar telah menzalimi peserta pilkada. Apalagi pasangan yang dicoret itu sudah berkampanye yang menghabiskan anggaran tidak sedikit.

“Masalah pilkada Aceh Barat Daya ini harus dituntaskan dengan seadil-adilnya. Jangan sampai ada pihak yang dirugikan sebelum bertanding,” kata Suprijal Yusuf. [ant]

Comments

comments