Wisatawan tengah menyaksikan gunung Agung yang meletus (Foto: dok. BNPB)

@Rayapos | Jakarta – Letusan Gunung Agung di Karangasem Bali berdampak bagi industri pariwisata. Penutupan bandara Ngurah Rai Bali diikuti pembatalan penerbangan sangat berpengaruh pada okupansi hotel yang sangat menurun.

Menurut Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Haryadi Sukamdani, erupsi Gunung Agung berdampak lebih besar dibandingkan peristiwa bom Bali.

“Cukup memprihatinkan di Bali sampai saat ini (okupansi hotelnya), begitu bandara ditutup dampaknya lebih berat dibandingkan dengan bom bali,” katanya setelah meluncukan portal reservasi online bookingina.com, di Jakarta, Senin (11/12/2017).

Baca juga : Selama 3 Hari Bandara Ditutup, Pariwisata Bali Rugi Rp 209 Miliar

Untuk membantu memulihkan gairah industri pariwisata di Pulau Dewata, pemerintah melalui Kementrian Pariwisata menyiapkan anggaran sebesar Rp 100 miliar untuk pemulihan pariwisata Bali yang terdampak erupsi Gunung Agung.

“Untuk tiga bulan pertama sudah saya putuskan (anggarannya) Rp 100 miliar,” kata Menteri Pariwisata Arief Yahya saat Jumpa Pers Akhir Tahun 2017 di Kementerian Pariwisata, Jakarta, Kamis (21/12/2017).

Anggaran sebesar itu akan langsung digunakan untuk mempersiapkan liburan akhir tahun dalam bentuk promosi Bali ke seluruh dunia.

“Rp 100 miliar itu sudah ada anggarannya di Pak Pitana (Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kemenpar). Sudah enak, sudah (bisa) jalan. Itu (untuk) tiga bulan. Semoga Bali sudah bisa recovery. Pak Pitana sudah saya kasih amanat untuk keluarkan uang,” ujar Arief.

Dengan anggaran tersebut, pemerintah akan memberikan diskon hingga 50 persen.

“Hot deals itu kalau datang ke Bali diskon 50 persen,” katanya.

Baca juga : Inilah Jurus untuk Dongkrak Pariwisata Bali

Akibat letusan gunung Agung tersebut, sektor pariwisata kehilangan devisa hingga Rp250 miliar setiap harinya.

Arief mengatakan jumlah tersebut berdasarkan perhitungan wisatawan mancanegara yang masuk per hari melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai dikalikan jumlah rata-rata pengeluaran wisatawan mancanegara dan kurs nilai tukar dollar AS ke rupiah.

“Assesment kerugian? Per hari saja ya. Itu paling gampang per hari (hitungnya). Nanti tinggal (kali berapa hari). Per hari itu Bali wismannya (yang masuk) 15.000 orang. Kalau kita konversi ke devisa itu 250 miliar. Itu yang hilang (devisa) untuk Bali,” kata Arief di Pelabuhan Balohan, Kota Sabang, Aceh, Kamis (30/11/2017) lalu.

Comments

comments