Pelaku yang diduga memperkosa Luna (nama samaran)

@Rayapos | Jakarta – Pemerkosa Luna (16) di hutan pinus Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan telah tertangkap. Informasi dari Polres Enrekang jumlah pelaku ada sembilan orang.

Menurut Kapolres Enrekang, AKBP Ibrahim Aji, dari hasil interogasi terhadap dua tersangka yakni lelaki RR dan A, disebutkan ada tujuh nama tersangka lainnya yang ikut menyetubuhi korban.

“Dari sembilan tersangka, lima di antaranya telah diamankan yakni lelaki RR alamat Banti, lelaki D alamat Banti, lelaki A alamat Banti, lelaki H alamat Banti dan lelaki R alamat Janggurara,” kata Ibrahim Aji, Kamis (13/9/2018).

Baca juga:

Dibekuk Polisi, 2 Penjambret Melawan Pakai Parang dan Clurit

Ini Daftar Selebgram Tanah Air dengan Penghasilan Fantastis

Tikaman Maut, Tembus Jantung Ella

Sementara lanjut Ibrahim, empat nama pelaku lainnya sudah dikantongi Polres Enrekang dan masih dalam pengejaran.

Salah satu pelaku tersebut, diketahui masih ABG, alias dibawah 17 tahun.

“Salah satu pelaku masih ABG. Dia ikut dalam pemerkosaan,” kata Ibrahim.

“Para pelaku, berdasarkan hasil pemeriksaan, mengakui perbuatan masing-masing,” ujarnya.

Kesembilan tersangka saat ini telah berada di sel tahanan Polres Enrekang dan masih dimintai keterangan atas perbuatan keji ini.

Seperti diketahui, korban yang berasal dari daerah Kalosi, Kecamatan Alla, Kabupaten Enrekang ini, diculik, disekap lalu diperkosa setiap hari selama dua minggu oleh banyak pria.

Peristiwa ini berawal, saat Luna bertemu pelaku inisial RM. Pelaku awalnya mengajak korban berjalan-jalan setelah merayakan hari Idul Adha pada 14 Agustus lalu.

Namun RM malah membawa Luna ke sebuah rumah kosong di tengah hutan.

“Di sebuah rumah kosong di hutan, pelaku RM ini memperkosa korban selama dua hari. Korban diancam akan ditinggalkan di hutan jika tidak mengikuti kemauan pelaku,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Enrekang, AKP Abdul Haris Nicolaus via telepon, Kamis (13/9/2018).

Setelah dua hari menyekap korban, RM kemudian menghubungi rekannya yang lain yakni RR, meminta untuk bawa makanan.

RR lalu memindahkan korban ke rumah kebun di wilayah Baraka. Di sanalah, korban disekap selama 2 pekan.

“Di rumah itu, pelaku memanggil beberapa orang rekannya dan memperkosa korban secara bergiliran selama 14 hari lamanya,” kata Haris.

Tiap hari korban harus melayani nafsu bejat RM serta RR bersama rekan-rekannya yang lain.

“Pelaku hanya membawakan makanan dari luar. Setelah diberi makan, pelaku kembali melakukan aksi bejatnya,” kata Haris.

“Pakaian yang digunakan korban selama disekap 14 hari adalah pakaian yang sama saat pertama kali disekap,” tambah Haris.

Kasus ini terkuak usai pihak keluarga melapor ke aparat kepolisian atas kehilangan anggota keluarganya selama beberapa hari.

“Jadi kita kembangkan penyelidikan dan akhirnya mendapati korban berada di rumah kosong di hutan,” ujar Haris.

Gadis itu saat ini mengalami trauma. “Korban saat ini trauma setelah disekap dan diperkosa pelaku,” katanya.

Korban saat ini menjalani terapi dan saat ini telah didampingi oleh Polres Enrekang.