Ilustrasi polisi Belanda

@Rayapos | Amsterdam – Informasi soal pemerkosa mahasiswi Indonesia di Rotterdam belum banyak terungkap. Meski begitu, hasil penyelidikan kepolisian Belanda menunjukkan bahwa korban tidak mengenal tersangka. Pelaku berusia 18 tahun dan merupakan warga Rotterdam.

Seperti dilansir Algeemen Dagblad, Kamis (26/7/2018), pemimpin penyelidikan kasus ini, Albert Jansen, menyatakan dirinya cukup puas bahwa tersangka bisa ditangkap dalam waktu singkat. Jansen berharap penangkapan ini bisa membantu korban melewati proses.

Saat ini, korban yang berusia 21 tahun masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit setempat. Korban mengalami luka sangat serius usai diperkosa pada Sabtu (21/7/2018) lalu dan sempat menjalani operasi di rumah sakit.

Baca juga:

Hasil Karya Ahok, Lapangan Banteng Diresmikan Anies Baswedan

Anies Pidato, Dikritik Sorakan Pendukung Ahok

Setya Novanto Huni Sel Palsu di Lapas Sukamiskin

Sejauh ini, seperti dilansir nltimes.nl, Kepolisian Belanda dilaporkan belum bisa berkomunikasi secara intens dengan korban.

Seperti diketahui, pemerkosaan terjadi ketika mahasiswi Indonesia mengendarai sepeda dari Stasiun Kereta Rotterdam Centraal menuju rumah indekosnya di Herman Bavinckstraat, pada pukul 05.00, Sabtu (21/7/2018). Jarak kedua lokasi sekitar 4,4 kilometer.

Ketika mahasiswi baru saja tiba di depan indekosnya, dan sedang mengunci sepeda, tiba-tiba seorang pria menyerangnya dari belakang. Menariknya masuk ke dalam rumah kos. Memperkosanya.

Usai itu, dalam kondisi terluka, dia keluar rumah. Memberitahu tetangganya yang merupakan seorang perempuan lanjut usia. Segera, tetangga lain membantu melapor ke polisi.

 

BAGIKAN