Polisi Belanda. Foto: Ilustrasi

@Rayapos | Jakarta – Pemerkosa mahasiswi Indonesia di Belanda, tertangkap. Tersangka berusia 18 tahun, identitasnya dirahasiakan polisi setempat. Namun kini tersangka ditahan dan diinterogasi.

Dilansir dari media massa Belanda, NOS (Nederlandse Omroep Stichting), Kamis (26/7/2018), polisi tak menjelaskan bagaimana cara mereka menangkap pelaku. Polisi menyebut kerja mereka merupakan ‘kerja kuno detektif’.

Penangkapan terjadi Selasa (24/7/2018) malam, dan diumumkan kepolisian setempat pada Rabu (25/7/2018).

Pemerkosaan terjadi ketika mahasiswi Indonesia (juga tidak disebut identitasnya) mengendarai sepeda dari Stasiun Kereta Rotterdam Centraal menuju rumah indekosnya di Herman Bavinckstraat, pada pukul 05.00, Sabtu (21/7). Jarak kedua lokasi sekitar 4,4 kilometer.

Ketika mahasiswi baru saja tiba di depan indekosnya, dan sedang mengunci sepeda, tiba-tiba seorang pria menyerangnya dari belakang. Menariknya masuk ke dalam rumah kos. Memperkosanya.

Usai itu, dalam kondisi terluka, dia keluar rumah. Memberitahu tetangganya yang merupakan seorang perempuan lanjut usia. Segera, tetangga lain membantu melapor ke polisi.

“Kejadiannya brutal sekali,” kata seorang tetangga lanjut usia kepada Algeemen Dagblad.

“Di luar sudah terang, semua orang bisa lihat. Saya sedang menonton televisi dengan gorden tertutup. Saya dengar orang berlari. Kemudian saya dengar orang bilang, ‘tidak’, dan merintih. Saya tidak lihat ke luar karena saya pikir itu anak-anak muda yang baru bepergian semalaman. Kalau saya tahu saya sudah telepon polisi,” sambungnya.

Polisi menduga, korban telah diikuti beberapa kilometer sebelum indekos. Pelaku juga bersepeda warna abu-abu.

Mahasiswi Indonesia itu kuliah di Universitas Erasmus Rotterdam (EUR). Peserta pertukaran mahasiswa Indonesia – Belanda.

Baca Juga:

Daging Anjing Jadi Sajian Favorit di Korut Saat Cuaca Panas

Sempat Absen Lama, Kim Kurniawan Kembali Latihan di Persib

Promotor Wanita Ini Siap Gelar Berbagai Kejuaraan Tinju

Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia di Rotterdam Zaid Ramadhan Hanan kepada majalah EUR, mengatakan, dia sudah mendatangi rumah sakit dan memastikan bahwa korban merupakan mahasiswi EUR. Tapi, bukan mahasiswi pertukaran sebagaimana disebutkan di sejumlah media.

Direktur Perlindungan WNI dari Kementerian Luar Negeri, Lalu Muhamamad Iqbal, menegaskan bahwa tim Kedutaan Besar RI di Belanda akan terus memberikan pendampingan serta berkoordinasi dengan otoritas setempat.

“Keluarga meminta untuk diberikan privasi dalam kasus ini. Sesuai SOP Kemlu kami harus menjaga identitas korban,” pungkas Lalu. (*)