@Rayapos | Jakarta – Kabar duka datang dari kompetisi Liga Inggris. Pemilik klub sepak bola Leicester City, Vichai Srivaddhanaprabha, tewas bersama empat lainnya ketika helikopternya jatuh dan kemudian meledak, Sabtu (27/10/2018).

Konfirmasi meninggalnya tapian asal Thailand ini diumumkan Leicester dan pihak kepolisian setempat pada Minggu (28/10/2018). Ia mulai dikenal di daratan Inggris setelah Leicester secara mengejutkan mampu menjuarai LIga Primer Inggris.

“Ini dengan penyesalan terdalam dan kesedihan bersama. Kami konfirmasikan ketua kami, Vichai Srivaddhanaprabha adalah salah satu dari mereka yang secara tragis kehilangan nyawa pada Sabtu malam ketika helikopter membawanya jatuh di luar Stadion King Power,” demikian pernyataan klub.

Pihak kepolisian Leicestershire menjelaskan, pesawat itu jatuh di parkiran mobil di dekat stadion King Power sekitar pukul 19.30 waktu setempat, sekitar satu jam setelah pertandingan Leicester City kontra West Ham United yang berakhir imbang 1-1.

Korban lainnya diyakini dua anggota stafnya, Nursara Suknamai dan Kaveporn Punpare, pilot Eric Swaffer dan penumpang Izabela Roza Lechowicz. Tidak ada seorang pun di parkiran yang terkena dampak kecelakaan itu.

Investigasi penyebab kecelakaan itu dipimpin oleh Air Accidents Investigation Branch (AAIB), dan kemungkinan akan memakan waktu beberapa hari, kata polisi. Pembuat helikopter, Italia Leonardo SpA, mengatakan siap membantu penyelidikan.

Baca Juga:

Susah Payah, Napoli Tahan Imbang AS Roma 1-1

Duel El Clasico: Barcelona Gilas Real Madrid 5-1

Menurut para saksi, helikopter itu baru saja naik ke bagian atas stadion sebelum mulai berputar, kemudian jatuh dan terbakar. John Butcher, yang berada di dekat stadion pada saat kecelakaan itu, mengatakan kepada BBC bahwa keponakannya melihat helikopter itu lepas kendali. Ia menduga akibat baling-baling belakang yang rusak.

Ratusan penggemar meletakkan bunga, kaus bola, dan syal di luar stadion untuk menghormati Vichai pada Ahad.

“Dia memasukkan begitu banyak uang ke klub. Dia telah membawa klub itu dari kurator, memasukkan uangnya, membangun tim, memenangkan Liga Primer Inggris,” kata penggemar berusia 68 tahun, Richard Mobbs kepada Reuters.