Pemkab Halmahera Barat Targetkan Swasembada Jagung

@Rayapos | Ternate: Untuk meningkatkan pendapatan petani sekaligus mendukung pencapaian swasembada jagung nasional, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halmahera Barat (Halbar), berupaya menjadikan daerahnya sebagai sentra pengembangan jagung.

Hal ini disampaikan Bupati Halmahera Barat (Halbar), Danny Missy, kepada wartawan, di Ternate, Jumat (27/1). ”Pada 2017 ini diprogramkan pengembangan tanaman jagung seluas 20 ribu hektare, yang untuk bibit dan pupuknya mendapat bantuan dari Kementerian Pertanian,” ujarnya.

Mewujudkan itu, jelasnya, Pemkab Halbar juga telah menyiapkan sejumlah kebijakan untuk menyukseskan program pengembangan jagung seluas 20 ribu hektare tersebut, seperti memfasilitasi kelompok tani mendapatkan pinjaman dari Bank Maluku-Maluku Utara untuk biaya pengolahan lahan sebesar Rp 15 juta/kelompok tani.

Dijelaskannya, jika program pengembangan jagung seluas 20 ribu hektare dapat terlaksana dengan baik, maka Halbar akan memberikan kontribusi jagung sebanyak 120 ribu ton dalam satu kali panen, dengan asumsi setiap hektare menghasilkan 6 ton.

Menurutnya, dengan produksi jagung sebanyak itu, maka petani akan mendapat hasil keseluruhannya sekitar Rp 3,6 milyar, dengan asumsi harga jagung Rp 3.000/kg. Namun, jika dapat dilakukan penanaman sampai 3 kali setahun, maka produksinya mencapai 360 ribu ton dan pendapatan petani keseluruhannya akan mencapai sekitar Rp 1 trilyun.

Dengan gambaran seperti itu, tegasnya, jelas sekali bahwa prospek pengembangan jagung relatif bagus, karenanya para petani di Halbar yang memiliki lahan untuk pengembangan jagung harus memanfaatkan program tersebut. Kalau pun petani belum memiliki pengetahuan yang memadai mengenai pengembangan tanaman jagung, terangnya, itu tidak jadi masalah. Karena Pemkab Halbar akan menerjunkan penyuluh yang akan setiap saat mendampingi para petani.

Diterangkannya, para petani juga tidak perlu memikirkan masalah pemasarannya. Karena Bulog juga siap menampung seluruh produksi dengan harga standar yakni Rp 3.000/kg. Selain itu, juga banyak pengusaha di Malut, khususnya yang mengembangkan usaha peternakan ayam yang juga pasti membutuhkan jagung untuk pakan ternaknya.

Sampai saat ini, tambahnya, Indonesia sendiri masih mengimpor jagung sekitar 3 juta ton/tahun. Namun pemerintah menargetkan pada 2018 nanti Indonesia sudah swasembada jagung. Dan jika seluruh daerah di Indonesia mengembangkan jagung, maka dipastikan target swasembada itu akan tercapai.

Comments

comments