Pemkab Lebak Dorong Peternakan Kecil Jadi Andalan Ekonomi

Sapi Ternak (Foto: Ilustrasi)

@Rayapos | Lebak: Pemerintah Kabupaten Lebak, Provinsi Banten mendorong peternakan kecil menjadikan andalan ekonomi masyarakat di daerah itu sehingga dapat meminimalisasi kemiskinan dan pengangguran.

“Kami terus membina kelompok-kelompok usaha peternakan kecil agar menjadikan andalan pendapatan ekonomi masyarakat,” kata Kepala Bidang Agribisnis Dinas Peternakan Kabupaten Lebak Noerly Edlinar di Lebak, Rabu.

Selama ini, peternakan kecil di Kabupaten Lebak berkembang karena permintaan pasar cenderung meningkat.

Pemerintah daerah mendorong agar kelompok-kelompok peternakan kecil, yakni peternakan ayam broiler, ayam kampung, domba, kambing dan itik dikembangkan masyarakat.

Saat ini, pangsa pasar peternakan kecil cukup menjanjikan pendapatan ekonomi masyarakat setempat.

Permintaan konsumsi masyarakat Jakarta mencapai ribuan ekor unggas dari peternak kecil sehingga peluang pasar tersebut sangat terbuka.

Apalagi, Kabupaten Lebak sebagai daerah penyangga Ibukota Jakarta sehingga kelompok peternak kecil dapat meningkatkan produksinya untuk memenuhi permintaan tersebut.

Ia meminta kelompok peternak dapat meningkatkan produksi, sehingga bisa memenuhi permintaan pasar.

“Kami tidak henti-hentinya membina kelompok peternakan ekcil karena bisa mengendalikan kemiskinan dan pengangguran,” katanya.

Menurut dia, sebetulnya produksi usaha peternakan kecil begitu cepat menghasilkan uang juga tidak banyak mengeluarkan biaya dibandingkan ternak besar.

Harga ayam broiler Rp30.000/Kg, ayam kampung bervariasi antara Rp50-200 ribu/ekor, domba Rp1,5-2,5 juta/ekor, kambing Rp1,2-2,5 juta/ekor, dan itik Rp70-200 ribu/ekor.

Pemerintah daerah terus mengoptimalkan pembinaan usaha ternak agar ke depan menjadikan andalan ekonomi masyarakat.

Untuk meningkatkan jumlah populasi ternak kecil, pihaknya juga melaksanakan program inseminasi buatan (IB) domba/kambing dengan mendatangkan pejantan dari luar daerah.

Pengembangan peternakan kecil itu salah satu diversifikasi petani, selain menanam tanaman pangan, hortikultura maupun palawija.

“Kami yakin usaha ternak dapat menyumbangkan pendapatan ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan,” katanya.

Noerly mengatakan, saat ini, peternakan kecil di Kabupaten Lebak berkembang di Kecamatan Rangkasbitung, Cibadak, Cimarga, Sajira, Muncang, Bayah, Maja, Curugbitung, Gunungkencana, Warunggunung, Cileles, Wanasalam dan Leuwidamar.

Mereka para peternakan kecil tersebut setiap hari mampu memasok ribuan ekor ke pasar lokal maupun luar daerah.

Berdasarkan data populasi tahun 2016 tercatat domba 226.139 ekor, unggas broiler 14 juta, kambing 215.661 ekor, ayam kampung 2.941.566 ekor, itik pedaging 121.199 ekor dan itik petelur 61.629 ekor.

“Kami mendorong sektor peternakan dapat mendongkrak produksi pangan juga pendapatan ekonomi masyarakat,” ujarnya menjelaskan.

Sementara itu, sejumlah peternakan kecil di Kecamatan Cileles Kabupaten Lebak mengaku mereka cukup terbantu ekonomi keluarga dari hasil penjualan ayam kampung.

Ia setiap tiga pekan menjual ayam ke tengkulak keliling dan bisa menghasilkan pendapatan ekonomi Rp1 juta.

“Saya kira uang sebesar itu tentu bisa membantu peningkatan kesejahteraan ekonomi keluarga,” kata Maman (50),seorang peternak warga Cileles, Kabupaten Lebak. [ant]

Comments

comments