Pemkot Ambon Tuntaskan ”Reshuffle” Kabinetnya

@Rayapos | Ambon: Pemerintah Kota Ambon menggelar pelantikan pengukuhan Pimpinan Tinggi Pratama dalam lingkup pemerintahannya, di Lantai II Maluku City Mall, Senin (30/1). Dimana, langkah ini disesuaikan dengan Surat Keputusan Penjabat Walikota Ambon No. 60 Tahun 2017 tentang pengangkatan kembali, pengukuhan dan pelantikan Pegawai Negeri Sipil dalam jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkungan Pemerintahan Kota Ambon.

Dalam sambutannya, Penjabat Walikota Ambon, Ir. Frans J Papilaya, mengatakan pengukuhan dan pelantikan eselon II dan eselon III dalam lingkup Pemerintahan Kota Ambon ini merupakan rangkaian kegiatan evaluasi yang dilakukan sesuai dengan UU RI No.5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara. Pengukuhan dan pelantikan pejabat ini, dimaksudkan untuk menghindari potensi dan kesenjangan operasional dalam pelaksanakan tugas-tugas pemerintahan dan pelayanan publik sekaligus upaya percepatan tugas dan fungsi masing-masing SKPD di lingkup Pemkot, sebagai implementasi dari pelaksanaan Peraturan Pemerintah (PP) No. 18 Tahun 2016 tentang Organisaasi dan Perangkat Daerah (OPD), dan Peraturan Daerah Kota Ambon No. 4 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kota Ambon.

”Pelantikan dan mutasi pejabat pada setiap instansi pemerintah merupakan dinamika organisasi dalam rangka memantapkan dan meningkatkan kapasitas kelembagaan serta merupakan bagian dari pola pembinaan dan peningkatan karir pegawai,” ujarnya.

Dijelaskannya, karena itu pengkuhan dan pelantikan ini hendaklah dipahami sebagai kepentingan atau kebutuhan organisasi, bukan sekedar penempatan figur-figur pejabat pada jenjang jabatan secara mekanistik apalagi untuk kepentingan politik kekuasaan semata. Dimana, pengembangan karir pegawai tidak dilakukan semata-mata untuk kepentingan pegawai yang bersangkutan, melainkan lebih diutamakan untuk melakukan pembenahan dan pemantapan organisasi dalam rangka peningkatan kinerja penanggulangan tugas dan pelayanan umum. ”Parameter utama yang digunakan dalam menentukan jabatan bagi setiap pegawai, dilakukan melalui pertimbagan kapasitas, kopetensi, integritas, loyalitas, moralitas, pendidikan dan pelatihan serta nilai pengabdian dan komitmen terhadap tugas tanggung jawab kepada negara khususnya di Kota Ambon,” jelasnya.

Menurutnya, saat pengambilan sumpah bukan hanya disaksikan oleh manusia, tapi juga disaksikan oleh Tuhan yang Maha Kuasa, dan konsekuensi logisnya amanah sebagai seorang pejabat, bukan hanya dipertanggungjawabkan kepada masyarakat semata, tapi lebih penting dan paling berat dipertanggungjawabkan kepada Tuhan yang mengetahui. ”Semua pejabat lebih rajin turun lapangan, memantau tealitas yang ada diluar meja dan diruang kerja, agar kita tahu sebenarnya yang terjadi secara objektif dan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat dan lebih rajin melihat situasi di lingkungan masyarakat, Kurangilah frekuensi ke luar daerah apalagi kegiatan yang tidak penting, kerjakan yang sudah dikerjakan, serap anggaran secara maksimal dan tetap memperhatikan mekanisme berdasarkan peraturan perunagang-undangan yang berlaku dan juga mengutamkan prinsip yang lebih sederhana,” tegasnya.

Diterangkannya, pihaknya tidak ingin mendengar ada faktor lain yang menentukan pindah dan naiknya seseorang selain karena faktor kinerja, prestasi dan kompentensi, apalagi karena kepentingan politik kelompok. ”Mari bersama-sama bergerak cepat mewujudkan berbagai program pembangunan di berbagai lintas sektor untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan,” timpalnya.

Dengan potensi yang dimiliki dengan kerja keras, tambahnya, maka perubahan itu dapat dicapai dengan gerakan nasional yang dicanangkan oleh Presiden RI. Karena, dengan bekerja pemerintah beserta seluruh elemennya dapat meningkatkan kepentingan masyarakat diatas segalanya. “”Kami harap aparatur sipil negara lingkup Pemerintah Kota Ambon selalu memiliki intregitas, profesional, netral, mampu melaksanakan pelayanan publik dan mampu menjalankan peran sebagai unsur perekat persatuan dan kesatuan bangsa,” pungkasnya.

Comments

comments