Ratna Sarumpaet di Polda Metro Jaya

@Rayapos | Jakarta – Polisi telah mengevaluasi surat permohonan penahanan kota bagi tersangka Ratna Sarumpaet. Hasilnya, penyidik tak mengabulkan permohonan bagi aktivis sosial itu.

“Terkait permohonan penahanan kota terhadap tersangka RS belum bisa dikabulkan,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Jumat (12/10/2018).

Baca juga:

Dukun Cabul Ini Perkosa Mahasiswi Cantik dengan Modus Pengobatan

Unik… Anjuran Bamukmin ke Pendukung Prabowo, Begini…

Menurut dia, penyidik memiliki alasan tak mengabulkan permohonan itu. Salah satunya, untuk memperlancar penyidikan kasus penyebaran hoaks penganiayaan Ratna Sarumpaet.

“Ya karena kita masih membutuhkan keterangan seperti kemarin periksa saksi laku kita kroscek. Jadi belum bisa dikabulkan,” ujar Argo.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya menambah 4 unit kamera Closed Circuit Television (CCTV) di sel tahanan Ratna Sarumpaet. Meski begitu, ditambahkannya CCTV tersebut, bukan hanya untuk memperketat sel Ratna.

1539271931362-a_675_380

Direktur Perawatan Tahanan dan Barang Bukti (Dirtahti) Polda Metro Jaya AKBP Barnabas menyatakan, hal itu dilakukan karena CCTV yang dipasang di sel tersebut visualisasinya sudah buram.

“Sebetulnya itu penggantian lebih tepatnya. Karena sistem rutan itu semua ada CCTV, yang di krimsus dan di krimum. Nah itu, sudah lama tuh, ada lima tahu lebih terpasang. Kabur-kabur (gambarnya) kan. Jadi itu saja,” ujar Barnabas saat dikonfirmasi, Kamis (11/10).

Hal itu selalu dilakukan apabila kualitas gambar CCTV di dalam sel tahanan memburuk.

Tak hanya saat Ratna ditahan saja.

“Jadi intinya pertama memang untuk penggantian, otomatis baru, gambarnya clear, otomatis tahanan siapapun terpantau, bukan hanya bu Ratna. Cuma yang kebetulan akses itu, kabur. Makanya diganti,” ungkapnya.