PNS Pemprov DKI Jakarta

@Rayapos | Jakarta – Data Badan Kepegawaian Negara (BKN) menyebut 52 orang pelaku tindak pidana korupsi (tipikor) yang berstatus inkracht, masih aktif di Pemprov DKI Jakarta.

Kepala Pengendalian Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta Wahyono membantah. Ia mengungkapkan saat ini tidak ada PNS mantan koruptor yang masih aktif menjadi pegawai aktif Pemprov DKI.

Baca juga:

Bocah SD Karawang Ditemukan Tewas, Setelah Hilang 2 Hari

Buka Tutup Tol Jakarta-Cikampek Dimulai Tadi Malam

Anggota DPRD Mataram Korup Dana Bantuan Gempa, ICW: Parah

Bahkan kata Wayono, pemprov DKI telah memberhentikan pegawai tersebut secara terhormat sejak adanya penetapan kasus korupsi.

“Pokoknya ketika orang kena tipikor, sudah inkracht, putusannya ada kita langsung eksekusi,” kata dia saat dihubungi, Sabtu malam (15/9/2018).

Ia juga mempertanyakan kebenaran data dari BKN yang menyebutkan Pemprov DKI masih mempekerjakan PNS mantan koruptor.

Ia mengaku sudah mengantongi data PNS koruptor dan statusnya langsung dicopot ketika sudah keluar salinan putusan dari pengadilan.

Dia menurutkan BKD Provinsi DKI Jakarta berani mengadu data yang telah dirilis BKN. Kata dia, karena menurutnya kebijakan tersebut telah dijlankan BKD sejak lama.

“Enggak akan ada ragu lagi kita DKI kan bukan hanya sekarang, sudah berpuluh-puluh tahun,” tegasnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, pihaknya sama sekali tidak mengetahui 52 orang itu siapa saja.

Setelah pihaknya menerima data yang dikirim oleh BKN, maka akan langsung dicocokan untuk mengetahui letak kekeliruan data tersebut.

“Makanya nanti kita akan cocokan. Siapa tahu itu ketinggalan atau enggak yang pasti kalau datanya masuk kita enggak ada ragu pasti diberhentikan,” tutupnya.

Dikabarkan sebelumnya Badan Kepegawaian Negara (BKN) mencatat ada 2.357 pegawai negeri sipil (PNS) pelaku tindak pidana korupsi (tipikor) yang sudah berstatus inkracht namun masih aktif menjadi PNS.

Salah satunya pemprov DKI Jakarta, yang memiliki angka terbanyak PNS berstatus terpidana tipikor inkracht, yakni sebanyak 52 orang.

BAGIKAN