Atlet Taekwondo putri Indonesia, Defia Rosmaniar sumbang emas pertama di Asian Games 2018

@Rayapos | Jakarta – Sebanyak 70 orang atlet asal Jakarta yang sempat berlaga dalam perhelatan Asian Games dan Asian Para Games 2018 lalu ternyata belum mendapatkan bonus dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Ke 70 atlet ini memang belum sempat mendapatkan medali pada dua turnamen bergengsi itu. Meski belum bisa menyumbang medali, namun para atlet tersebut berhak mendapatkan bonus dari Pemerintah Daerah.

Baca juga:

Gus Choi: Mungkin Sandiaga Tak Pernah Mengaji

Gadis Ini Menikah Sendirian, Calonnya Korban Tewas Lion Air

Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda Ratiyono mengakui bila pemberian bonus ini sudah molor dari waktu yang ditentukan. Namun kata dia, pihaknya sudah menghubungi para atlet tersebut untuk menandatangani berbagai dokumen agar anggaran bonus tersebut bisa dicairkan.

“Saya berharap sih dua hari ini selesai, supaya tuntas sehingga lebih awal. Ini sudah terlambat soalnya,” kata Ratiyono saat ditemui di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (13/11/2018) petang.

Dia berencana bonus bagi para atlet ini bisa dicairkan pada Jumat (16/11/2018) dengan cara ditransfer ke nomor rekening 70 orang atlet tersebut. Namun dia tidak menyebutkan berapa besaran bonus per atlet.

Kendati begitu, dia menyebut jika besaran bonus yang diterima para atlet itu bakal berbeda – beda. Dikatakan Rationo, atlet single akan mendapatkan bonus yang lebih besar ketimbang atlet group, menurutnya hal itu merupakan aturan resmi dari Kementerian Pemuda dan Olagraga.

“Ya memang ketentuannya gitu jadi kalau yang single itu memang nilainya lebih tinggi kalau yang double kan dia berbagi peran gitu ya apalagi yang bertiga bareng, bersebelas memang ada aturannya dari kemenpora jadi kita ikuti supaya satu jalur,” imbuhnya.

Dia menambahkan, kendati jumlah bonusnya berbeda, menurutnya pemberian bonus inibsudah sangat adil sebab dalam perhitungan pemberian bonus, pihaknya juga melibatkan para ahli.

“Adil sudah, sudah dihitung itu oleh ahli,” pungkasnya.