Sampah di anak Kali Ciliwung, Mangga Dua Selatan

@Rayapos | Jakarta – Pemprov DKI Jakarta merilis data pencemaran air kali. Gubernur Anies Rasyid Baswedan menyebut angka pencearan terjadi sejak 2014 hingga 2017 sebesar 61 Persen.

Menanindaklanjuti hal ini, Wakil Kepala Dinas Lingkungan Hidup Ali Maulana mengatakan pihakanya bakal melakukan penangulangan kali-kali yang sudah tercemar tersebut.

Dijelaskan Ali, sebagian kali yang ada di Jakarta saat ini merupakan terusan dari kali – kali yang berada di daerah pennyanggga ibu kota seperti Jabodetabek.

Baca juga:

Pogba Gantungkan Nasibnya di MU kepada Zidane

IMOS 2018 Usung Tema “Indonesia Future Technology”

Politisi Kebon Sirih Tuntut Biaya Pemakaman Murah Di Jakarta

Dalam menyelesaikan masalah pencemaran ini, diungkapkan Ali, pihaknya bakal menggandeng wilayah penyangga tersebut.

“Kharus ada upaya bersama antara daerah penyangga. Kota-kota atau pemkot yang ada di sekitar kota Jakarta. Kedua kita petakan juga secara struktur penyebab tadi,” ujar Ali saat dihubungi Jumat (14/9/2018).

Ia membeberkan saat ini Pemprov Daki Jakarta tengah menyusun roadmap untuk membersihkan kali atau sungai yang tercemar.

Sejumlah stakeholder dilihatkan dalam roadmap itu, rencanya pelaksanaan roadmap penyelesaian pencemaran air kali akan di mulai akhir tahun ini.

Ia menuturkan standar baku mutu air berdasarkan bakteri e-coli adalah 1.000 per mililiter. Namun, kata dia, air yang masuk ke Kali Ciliwung sudah tercemar di angka 40.000.

Berdasarkan hal ini kata Ali, dinas Lingkungan hidup berharap tak ada lagi penambahan sungai tercemar berat. Bahkan ia berharap ada pengurangan angka pada sungai tercemar di Jakarta.

“Saat kita ukur terakhir, paling tidak yang cemar berat jangan nambah. Diupayakan harus berkurang,” tutupnya.