(FOTO: RAYAPOS/KEMAL MAULANA)

@Rayapos | Jakarta – Program rumah murah untuk warga DKI Jakarta yang gembar-gemborkan oleh Pemprov DKI Jakarta ternyata masih belum terealisasi. Pasalnya hingga menginjak bulan ke 7 pemerintahan Anies-Sandi masih terus menggodok sistem pembayaran rumah Down Payment (DP) Nol Rupiah.

Ketika disinggung soal perkembangan proyek Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan, pihaknya masih terus melakukan diskusi terkait masalah DP yang sering digembar-gemborkan pada masa Pilkada tahun 2017 kemarin.

“Tadi kita sudah ada diskusi lanjutan yang kita ingin selasaikan adalah masalah DP-nya tapi dalam diskusi dengan pihak perbankan dan pihak yang berkepentingan ada beberapa pengembangan,” kata Sandiga usai menyampikan LKPJ tahun anggaran 2017 di gedung DPRD, Kebun Sirih Jakarta pusat Senin (7/5/2018).

Suami Nur Asia ini memaparkan dalam diskusi tersebut pihaknya juga tengah membahas sistem pembayaran DP rumah tersebut dan membicarakan soal sistem pembayaraan cicilan.

Selain itu kata dia, Pemprov juga membahas kesiapan apabila terjadi gejolak dikemudian hari terkait pembayaran rumah DP 0 persen ini. Namun sayangnya Sandiaga belum mau merinci secara detail terkait pembahasan lanjutan DP rumah nol rupiah.

“Yang kita bahas itu bagaiama dengan bunga, bagaiaman kalau ada gejolak dan lainnya. Jadi saya baru saja mendapat arahan dari lagi gubernur sehingga kita progres dan kita tetap fokus dipenyelesaian bantuan untuk DPnya untuk uang mukanya saja,” ungkapnya

Lebih lanjut, dia mengaku saat ini memang baru Bank DKI yang yang siap bekerjasama dalam realisasi program tersebu. Meskipun begitu, dirinya membuka peluang bagi bank lain yang minat bekerjasama dengan pemprov DKI.

“Saat ini baru bank DKI aja tapi nanti kita akan buka untuk perbankan nasional,” ungakapnya sambil masuk ke dalam lift

Sebelumnya Pemprov DKI telah membentuk Unit Pelaksana Teknis (UPT) DP 0 rupiah. UPT Ini juga didasari dengan penwrbitan Peraturan Gubernur (Pergub) program rumah dengan uang muka (Down Payment/DP) nol rupiah yang diakui Sandiaga sudah di teken oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada 18 April 2018 lalu.