Pengangkutan sampah DKI Jakarta

@Rayapos | Jakarta – Pemprov DKI Jakarta berencana membangun fasilitas pengelolaan sampah atau Treatment Facility (ITF) di Sunter Jakarta Utara. Namun ITF ini hanya bisa menampung 2.000 ton sampah per hari.

Sementara jumlah sampah per hari di Jakarta mencapai 8.000 ton.

Anggota komisi bidang pembangunan DPRD DKI Jakarta Bestari Barus mengungkapkan, sebenarnya Pemprov masih mampu membangun lebih dari satu ITF di Jakarta. Terlebih jumlah APBD DKI Jakarta terbilang besar.

Baca juga:

Prabowo Kumpulkan Selebgram dan Youtuber, Apa yang Dibahas?

Kalahkan MU, Allegri Belum Puas Kinerja Pemainnya

“Saking banyaknya ABPD DKI hingga sebagian anggaran tidak bisa dibelanjakan. Buktinya SILPA APBD DKI tahun ini mencapai Rp 13 Triliun karena tak terserap dengan baik,” ucap Bestari saat dihubungi wartawan, Rabu (12/10/2018).

“Nih catat baik-baik, ABPD kita melimpah ruah sampai tidak bisa digunakan. Tahun ini SILPAnya mencapai 13 Triliun,” sambungnya.

Politisi Nasdem ini pun menyarankan, agar pemprov DKI membangun empat ITF di Jakarta dengan daya tampung masing-masing ITF 2.000 ton sampah per hari.

Menurutnya dengan begitu Kota Jakarta bisa lepas ketergantungannya dari Pemkot Bekasi yang mengelola lahan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.

“Kemudian yang membingungkan saya bahwa APBD kita ini sangat besar sekali jadi apa sulitnya membangun ITF. Orang – orang sulit membangun karena enggak ada uangnya kita kan APBDnya melimpah,” kata dia.

Lanjut Bestari mengatalan, pembangunan empat ITF di Jakarta juga dapat mengurangi resiko pembengkakan SILPA anggaran tahun depan yang diperkirakan akan bertambah dua kali lipat dari tahun ini karena pengelolaan anggaran oleh Pemprov DKI yang menurutnya masih belum maksimal hingga saat ini.

“Tahun ini Silva kita berpotensi naik hampir dua kali lipatnya. ini ngerih loh. Bisa diatas 15 triliun silava kita nanti,” pungkasnya.