Penanganan Korupsi Alkes Mataram Tunggu Rilis BPKP

@Rayapos | Mataram: Penanganan kasus dugaan korupsi proyek pengadaan alat-alat kesehatan (alkes) pada 11 pusat kesehatan di Kota Mataram tinggal menunggu rilis dari hasil audit investigasi Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Nusa Tenggara Barat.

Kepala Kepolisian Resor Mataram AKBP Heri Prihanto, Senin mengatakan diperkirakan hasil audit investigasi yang dilakukan BPKP Perwakilan NTB akan diterima pada pekan ini.

“Sampai saat ini belum ada kami terima dari BPKP terkait audit investigasinya, mungkin dalam pekan ini. Kalau pun ada, pastinya akan kami sampaikan,” kata Heri.

Perkiraan itu disampaikan Heri setelah mengetahui tim audit investigasi BPKP Perwakilan NTB pada pekan lalu telah mendatangi Pemerintah Kota Mataram, guna menindaklanjuti penanganan kasus dugaan korupsi tersebut.

“Menurut informasinya, pada pekan lalu ada kegiatan yang dilakukan BPKP di pemda, sesuai dengan tembusan yang kami sampaikan sebelumnya yaitu untuk melakukan audit kasus ini,” ujar mantan Kapolres Lombok Timur itu.

Namun untuk mengetahui lebih jelasnya, Heri belum berani memastikan informasi tersebut. Melainkan, pihaknya akan mengklarifikasi kebenarannya kepada pihak BPKP Perwakilan NTB.

“Coba nanti kita akan koordinasikan dahulu dengan BPKP, apa hasilnya,” ucap Heri.

Tentunya, kata dia, kalau benar sudah ada hasil dari BPKP Perwakilan NTB. Materi tersebut akan menjadi bahan penentu dari akhir penyelidikan kasus dugaan korupsinya.

“Apakah sudah memenuhi unsur tindak pidana korupsinya atau tidak. Termasuk mengecek kerugian negaranya juga. Kalau pun benar ada ditemukan, kasusnya kita lanjut,” ujarnya.

Diketahui, proyek pengadaan alkes di sebelas puskesmas ini berasal dari dana APBN tahun 2014, yang nilainya mencapai Rp1 miliar lebih. Dalam laporan itu, puskesmas diduga belum saatnya membutuhkan alkes tersebut, namun sudah terlebih dulu diprogramkan dan disalurkan.

Alkes yang dimaksud, diantaranya berupa peralatan laboratorium dan perlengkapan pemeriksaan gigi. Terkait hal itu, pihak penyidik sudah turun ke lapangan guna mengecek secara fisik seluruh alkes yang diduga bermasalah tersebut. [ant]

BAGIKAN

LEAVE A REPLY