Foto: Rayapos

@Rayapos | New York – Tujuan pengiriman Prajurit TNI yang tergabung dalam Pasukan Perdamaian PBB dalam rangka turut serta melaksanakan, menjaga ketertiban dunia yang adil dan beradab.

Hal tersebut dikatakan Penasehat Militer Perwakilan Tetap Republik Indonesia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Brigadir Jenderal TNI Fulad, S.Sos, M.Si saat diwawancarai oleh beberapa media setempat.

Menurut Brigjen TNI Fulad, konflik itu bisa terjadi antar negara maupun internal negara karena perbedaan politik antar partai yang berkuasa dengan pemerintah atau lainnya.

“Ini semua membutuhkan proses dialog antara pemerintah, rakyat dan pemimpin agar terjadi kesamaan visi,” ujar Brigjen TNI Fulad sebagaimana dilansir dalam siaran pers yang diterima Rayapos.com, Kamis (19/7/2018).

Baca Juga:

Wacana Baru, Jenderal Ryamizard Layak Dampingi Jokowi

Kapitra Jadi Bacaleg PDIP, “Saya Diberi Ruang Berdakwah”

“Dengan adanya pasukan perdamaian yang tentunya juga dari Indonesia, mereka membantu untuk melakukan negosiasi atau sebagai penengah sehingga tercipta ketertiban. Jika situasi aman maka kegiatan ekonomi dan kesejahteraan rakyat berjalan dengan normal termasuk komunikasi antara rakyat, pemimpin dan pemerintah setempat,” ungkapnya.

Lebih lanjut Brigadir Jenderal TNI Fulad menyampaikan bahwa negara-negara yang mengirimkan Tentara dan Polisi yang tergabung dalam Pasukan PBB adalah untuk membantu menyelesaikan konflik.

Indonesia, kata dia, sampai dengan saat ini telah mengirimkan Pasukan Pemelihara Perdamaian PBB sejumlah 2.823 prajurit atau nomor 7 (tujuh) terbesar di dunia yang tersebar di beberapa misi di dunia.

Di sisi lain, Penasehat Militer PTRI untuk PBB mengharapkan agar Indonesia semakin dikenal di dunia dan pasukan Indonesia semakin disegani dan dikenal dikancah internasional. “Dengan kita mengirimkan pasukan misi PBB, otomatis kontribusi kita terlihat,” katanya.

“Mimpi besar saya adalah misi 4.000 personel bisa tercapai pada tahun 2019. Ini akan memberikan peluang yang semakin terbuka bagi prajurit-prajurit TNI untuk berkiprah pada perdamaian internasional,” tutup Brigadir Jenderal TNI Fulad.