Taksi Online. FOTO : ist

Perusahaan riset dan analis IHS Markit merilis hasil studi, di mana penjualan kendaraan global akan turun dalam dua dekade ke depan. Merek menyebut ini karena konsumen semakin memilih layanan transportasi berbasis online seperti Uber.

Mengutip Autonews, Jumat (17/11/2017) para analis memproyeksi di empat wilayah, penjualan mobil pribadi tahunan di Amerika Serikat, Eropa, China dan India akan menurun selama 23 tahun ke depan menjadi 54 juta unit pada tahun 2040. Saat ini tercatat ada sekitar 67 juta unit dijual per tahun saat ini di daerah tersebut.

“Paradoks otomotif yang hebat, di mana lebih banyak perjalanan menggunakan mobil daripada sebelumnya, tapi lebih sedikit mobil yang dibutuhkan oleh setiap orang. Ini akan menjadi masa depan baru industri otomotif. Pergeserannya baru saja dimulai,” ujar Daniel Yergin, IHS Vice Chairman.

Industri mobilitas tersebut seperti Uber, Didi Chuxing di China dan beberapa yang lainnya, akan melakukan pembelian lebih dari 10 juta mobil pada 2040 sebagai armada, dibanding di 2017 yang hanya 300.000 unit.

Meski mobil yang terjual menjadi lebih sedikit, permintaan minyak bumi ternyata meningkat. Namun itu disebut-sebut untuk kebutuhan non-transportasi, di mana saat ini 98 juta barel per hari menjadi 115 juta barel per hari pada 2040. Yergin mencatat, nantinya mobil hanya menyumbang sepertiga permintaan minyak.

Comments

comments