Lokasi Herdi ditembak mati. Di Jalan Jelambar Aladin RT 03/06, Kelurahan Pejagalan, Kecamatan Penjarngan, Jakarta Utara. Kolase: Rayapos/DWO

@Rayapos | Jakarta – Herdi (45), korban tewas penembakan di Jelambar, Jakarta Utara, pekerjaannya spesifik. “Kerjanya mengurus surat-surat kapal,” kata Kanit Reskrim Polsek Penjaringan, Kompol Mustaqim.

Kini polisi masih memburu pelaku penembakan. Diduga dua orang. Pada saat kejadian, Jumat (20/7/2018) pukul 23.45 mereka mengendarai motor Yamaha Nmax warna abu-abu.

“Kami masih melacak pelakunya,” tegas Mustaqim. Namun, berdasarkan hasil penyelidikan sementara, diduga kuat motifnya pembunuhan. Bukan perampokan atau pencurian dengan kekerasan.

Sebab, semua barang berharga tidak diambil pelaku. Jam tangan, ponsel, dompet dan tas masih menempel di tubuh korban. Dugaan sementara, pembunuhan.

Maka, polisi menyelidiki berbagai hal terkait korban. Di antaranya, pekerjaan. Juga pergaulan. Serta hal-hal lain yang berpotensi mengarah ke petunjuk, terutama orang yang memusuhi Herdi.

Baca Juga:

Polisi belum bersedia memberikan banyak keterangan kepada wartawan tentang ini. Polisi hanya mengatakan, pekerjaan Herdi mengurus surat-surat dokumen kapal. Ini jadi fokus polisi sekarang.

Namun, dua orang saksi mata melihat dengan jelas wajah penembak Herdi. Penembak adalah pria yang diboceng. Berambut cepak. Saat menembak, pelaku tidak mengenakan helm. Terbuka jelas. Setelah menembak kepala Herdi, dia berjalan santai.

Sedangkan pengendara motor mengenakan topi. Pada tengah malam gelap di saat kejadian, wajah pengemudi motor ini kurang jelas terlihat.

Saksi dalam penembakan ini ada tiga. Saihul (34), Tuyono (36), dan Edi (47). Dua di antara mereka melihat jelas wajah penembak.

Dua saksi yang melihat wajah pelaku, sudah memberikan keterangan lengkap kepada penyidik. Kini mereka dalam perlindungan polisi. Sebab, bisa membahayakan keselamatan mereka. (*)