Ketua DPW PKS Jakarta Syakir Purnomo

@Rayapos | Jakarta – Proses penetapan wagub DKI Jakarta semakin panjang. PKS yang semula sepakat dengan adanya Badan Seleksi Wagub bersama partai Gerindra guna melakukan Fit and Proper Test tiba tiba menolak pembentukan badan seleksi tersebut.

Ketua DPW PKS Jakarta Syakir Purnomo mengungkapkan, hal tersebut bukanlah komitmen politik Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Presiden PKS sebagai partai koalisi.

“Tak ada dalam komitmen politik antara PKS dan Gerindra ketika kita sama-sama sepakat untuk mendukung Pak Prabowo-Sandiaga Uno menjadi presiden di pilpres 2009 mendatang,” ungkap Ketua DPW PKS Jakarta Syakir Purnomo kepada wartawan Selasa Malam (20/11/2018).

Menurut Syakir, adanya Badan Seleksi Cawagub ini, hanya akan memperlambat proses pemilihan oleh Wagub DKI oleh para wakil rakyat Jakarta.

Apalagi kata dia dua nama yang diajukan PKS, Sekretaris DPW PKS DKI Agung Yulianto dan mantan Wali Kota Bekasi Ahmad Syaikhu merupakan keputusan Dewan Pimpinan Tingkat Pusat (DPTP) PKS.

“Dan keduanya memiliki pengalaman mumpuni, baik dalam tata kelola pemerintahan khususnya bidang keuangan maupun di bidang politik,” kata Syakir.

Di sisi lain, dikatakan Syakir, Prabowo Subianto telah berkomitmen di hadapan Ketua Majelis Syuro PKS, Habib Salim Segaf Al Jufri dan Presiden PKS, Mohamad Sohibul Iman bahwa sosok Wakil Gubernur DKI pengganti Sandiaga S. Uno adalah kader PKS.

“Jadi, fit and proper test tidak relevan dan tidak perlu lagi dilakukan, apanya lagi yang mau diuji?” tanyanya.

Sakhir mengungkapkan, masyarakat DKI Jakarta telah lama menunggu kehadiran sosok pendamping Gubernur Anies Baswedan, sehingga dapat mengurus Jakarta dengan maksimal.

Oleh karena itu, DPW PKS DKI Jakarta mendesak DPD Gerindra DKI Jakarta agar segera mengesahkan nama dua kader PKS yang telah diajukan untuk segera ditetapkan di rapat paripurna DPRD DKI Jakarta.

“Dua nama yang kami ajukan sudah final. Tidak ada penambahan. Dikhawatirkan, semakin lama proses di DKI ini akan berdampak pada pemenangan di level nasional terkait pilpres,” pungkasnya.

BAGIKAN