Pengacara Kapitra Ampera

@Rayapos | Jakarta – Kapitra Ampera dikabarkan mendaftar jadi calon legislatif lewat PDIP. Namun ketika dikonfirmasi, ia mengatakan tak pernah mendaftar. Kini ia mengaku siap bergabung dengan PDIP, asalkan tiga syarat yang diajukan dipenuhi PDIP.

“Saya ini harus mewakili keislaman saya di dalam. Kedua, mayoritas di republik ini orang Islam dan aspirasi harus didengar. (Ketiga) saya harus bisa menjadi jembatan kebaikan orang dalam dan luar. Kalau tiga hal ini dipenuhi, saya ikut, jangankan caleg, jadi apa aja mau,” kata Kapitra kepada wartawan di Masjid Raya Al-Ittihat, Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (18/7/2018).

Bagi Kapitra, bila menjadi anggota legislatif bisa membawa kebaikan, dirinya siap maju di Pileg 2019.

“Saya ingin mengatakan, kalau saya punya manfaat dan ladang amal dan bisa menjembatani kebaikan, saya siap berkorban untuk itu. Tetapi kalau hanya cuma apa namanya… naruh nama saya saja dan tidak punya nilai apa-apa tidak dapat memberi warna, untuk apa?” ujarnya.

Baca juga:

Emak-Emak Demo Jokowi di Depan Istana Negara, Tuntut Turunkan Harga

Bamsoet: Saya Prediksi Demokrat akan Berkoalisi dengan Gerindra

Soal PDIP, Kapitra menolak membeda-bedakan dengan parpol lainnya. Dia juga tak mau dibenturkan oleh pendapat PDIP sebagai partai di luar koalisi yang dibangun umat.

“Berarti kalau gue masuk PDIP, gue cebong dong? Ngarang aja. Gue nggak boleh ke masjid dong? Kata siapa? Berapa persen orang Islam yang pilih PDIP dan berapa persen orang di struktur PDIP itu orang Islam? Kalau nggak salah data dari yang saya baca dari statement, siapa itu kemarin di TV, 70 persen katanya dia melakukan penelitian, dia bilang 70 persen strukturnya orang Islam, nah gimana?” sambungnya.

BAGIKAN