Kim Eun-hee (Foto: AFP)

@Rayapos | Seoul – Seorang mantan petenis asal Korea Selatan membuat pengakuan mengejutkan. Petenis bernama Kim Eun-hee mengaku diperkosa oleh pelatihnya terus menerus selama dua tahun. Kini, semua ia ungkap kepada media internasional.

Kim menceritakan, ia pertama kali diperkosa oleh pelatihnya saat berumur 10 tahun. Ketika itu Kim bercita-cita untuk menjadi bintang tenis, namun pelatih tenisnya memperkosanya lagi dan lagi, selama dua tahun.

Saat di usia itu, Kim belum tahu tentang seks, yang dia rasakan hanya rasa takut ketika berulang kali disuruh datang ke kamar pelatihnya di kamp pelatihan mereka.

“Dia terus memperkosa saya selama dua tahun. Dia bilang ke saya bahwa itu rahasia yang harus disimpan antara dia dan saya. Butuh waktu bertahun-tahun bagi saya untuk menyadari bahwa itu pemerkosaan,” ujar Kim kepada kantor berita AFP, Jumat (20/7/2018).

Baca juga:

Spanduk Sandiaga-AHY “Pemimpin Millenial 2019” Muncul di Atas JPO Gambir

Tuntut Bonus, Atlet Disabilitas Jabar Nginap di PN Bandung

Meski dalam kondisi seperti itu, Kim mampu menorehkan prestasi. Ia pernah mendapatkan dua medali perunggu dalam pesta olahraga nasional Korsel.

Sekarang Kim yang kini berumur 27 tahun, berbicara ke media internasional untuk pertama kalinya dan membeberkan bagaimana para atlet perempuan di Korsel diam-diam mengalami pelecehan seks oleh pelatih mereka.

“Pelatih adalah raja di dunia saya, mendikte semua kehidupan sehari-hari saya mulai dari latihan hingga kapan tidur dan apa saya makan,” tutur Kim seraya mengatakan bahwa pelatihnya juga kerap memukulinya sebagai bagian dari “latihan”.

Pelatih tersebut akhirnya dipecat setelah beberapa orangtua mengadukan perilakunya yang mencurigakan.

Kim yang telah berhenti menjadi atlet, kini melatih anak-anak kecil bermain tenis. “Melihat mereka tertawa dan menikmati bermain tenis, itu menyembuhkan saya,” tuturnya.

“Saya ingin mereka menjadi atlet yang bahagia, tidak seperti saya,” tuturnya. “Apa gunanya memenangkan medali Olimpiade dan menjadi bintang olahraga jika Anda harus terus-menerus dipukuli dan disiksa untuk sampai ke sana?” pungkasnya.

BAGIKAN