Gubernur Anies dan Pengamat Trubus (FOTO: RAYAPOS/KEMAL MAULANA)

@Rayapos | Jakarta – Hari ini tepat setahun Anies Baswedan menjabat gubernur DKI Jakarta. Pengamat Kebijakan Publik Universitas Trisakti, Trubus Rahadiansyah mencatat, sejak terpilih, Anies telah mengeluarkan kebijakan yang berpihak kepada kaum lemah dan bersifat humanis.

“Kebijakan yang fokusnya pada pemberian akses yang lebih luas pada masyarakat lemah dan marjinal telah menjadi karakter tersendiri,” kata Trubus kepada Rayapos, Selasa (16/10/2018).

Baca juga:

Neraca Perdagangan Surplus, Jokowi: Ekonomi Kita Mulai Membaik

Video Nasihat Hati-hati Korupsi, Eee… Bupati Bekasi Ditangkap KPK

Meski begitu, keunggulan kebijakan Anies pada awalnya terkesan terburu-buru atau dipaksakan untuk sekedar memenuhi janji politik.

Namun kini Trubus menilai dalam beberapa bulan Anies cenderung lebih hati-hati, matang dalam bertindak dan penuh persiapan matang.

Dia berpendapat hal ini agak berbeda ketika Anies pada tiga sampai enam bulan pertama, yang cenderung terburu-buru bahkan sering terlihat tanpa konsep yang jelas.

“Kebijakan itu seringkali menjadi polemik dan kontroversial di mata publik Jakarta yang majemuk. Bahkan ketika wagub masih dijabat oleh Sandi, publik melihat Sandi lah yang menguasai panggung,” ucapnya.

Dari situ kata Trubus, semua masalah di Jakarta seolah-olah ditangan wagub Sandi. Bahkan sempat muncul the real gubernur DKI adalah Sandi bukan Anies.

Tanpa Wagub Sandi, Trubus pun melihat adanya perubahan pola kebijakan yang dilakukan oleh Anies Baswedan.

“Karena nampaknya pola learning by doing sangat menonjol belakangan ini. Sehingga berbagai upaya yang sungguh-sungguh ada beberapa kebijakan yang berhasil,” kata dia.

Selain itu dia merinci beberapa capaian Anies, salah satunya adalah untuk pertama kalinya DKI Jakarta memperoleh predikat WTP dari BPK, dimana sebelumnya selalu disclaimer.

Kesuksesan tersebut patut dibanggakan. Terlebih kala itu masyarakat Jakarta terpecah menjadi pro-kontra karena Pilkada.

“Anis sandi mampu menghantarkan masyarakat Jakarta menuju terwujudnya kohesi dan integrasi sosial, sehingga di masa Anis-Sandi jarang terjadi konflik sosial, demo berjilid2, tawuran antar warga,” tuturnya.

BAGIKAN