Pengamat politik Hendri Satrio

@Rayapos | Jakarta – PKS dan Gerindra DKI Jakarta, masih menggodok pembentukan badan seleksi wagub. Badan yang bentuk untuk fit and proper test wakil Gubernur DKI baru ini dinilai hanya untuk mengulur-ngulur waktu penetapan wagub.

Pengamat politik dari Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (Kedai Kopi) Hendri Satrio mengatakan pembentukan tim seleksi ini selain membuang waktu juga membuang anggaran.

Baca juga:

Tsamara Hadiri Diskusi di UGM Diprotes Gerindra, Begini Katanya

Setelah Bacok Warga, Pria Ini Menikah di Kantor Polisi

Hendri lantas menanyakan konsep politik yang hedak dibangun kedua partai pemenang Pilkada DKI 2017 ini.

“Ini apa pertimbangannya politisnya? Ini hanya buang waktu dan anggaran,” kata Hendiri saat dihubungi wartawan, Kamis.(15/11/2018).

Pembentukan badan seleksi yang bakal diisi oleh dua kader Gerindra dan dua kader PKS ini, menurut Hendri tidak perlu dibentuk. Sebab pencarian Wagub baru ini dilakukan di luar gelanggang Pilkada.

PKS dan Gerindra, kata dia tinggal bersepakat mendapuk satu kader yang diyakini berkompoten untuk mengisi posisi wagub yang lowong itu, bukan melalui test fit and proper test.

“Kalau mau fit and proper itu harusnya bikin lagi di pilkada baru, cuma ini kan menggantikan menurut saya nggak perlu fit and proper juga,” ungkapnya.

Hendiri mengatakan pembentukan tim ini hanya memunculkan opini baru ditengah masyarakat. Salah satu pertanyaan itu juga bisa menjurus ke arah dugaan adanya politik dagang sapi di balik badan seleksi tersebut.

“Nanti jadinya ujung-ujungnya bisa saja kita berprasangka tidak baik, ada politik dagang sapi misalnya, Jadi udahlah dipilih saja lah, ditentukan,” tutupnya.

BAGIKAN