Pengamat: Pembekuan 95 Rute Lion Air Bisa Jadi Adalah Bentuk Perlawanan Terhadap Sanksi Pemerintah

@Rayapos | Jakarta: Pengamat penerbangan nasional Alvien Lie, menyoroti  keputusan Lion Air yang membekukan 95 rute penerbangan selama satu bulan, setelah lagi-lagi dijatuhi sanksi oleh pemerintah menyusul kasus-kasus dan persoalan yang menghantam maskapai murah tersebut.

Menurut pihak Lion Air, salah satu alasan membekukan sejumlah rute penerbangan dikarenakan akan measuki low season. Padahal jelang Lebaran, dunia penerbangan justru berada pada peak season seiring meningkatnya volume penumpang.

“Saya menilai itu sangat aneh, karena kalau dibilang bulan puasa low season, kenapa ini sudah sedemikian dekat baru mengajukan pengurangan frekuensi penerbangan itu,” kata pengamat penerbangan Alvin Lie, seperti dilansir  dari detikcom, Jumat (20/5).

Apa yang diungkapkan oleh Alvin tentunya sangat masuk akal, sekaligus membuat alasan pihak Lion Air menjadi tidak logis. Pasalnya, memasuki bulan puasa sebelum hari raya Idhul Fitri, biasanya lonjakan penumpang akan terjadi. Bahkan tidak hanya sarana angkutan udara saja, pertambahan penumpang terjadi di setiap jenis moda transportasi.

“Kalau bilang itu low season, agak kurang logis,” sambungnya.

Melihat hal tersebut, Alvien berpendapat Lion Air menyembunyikan alasan sebenarnya, terkait pembekuan rute tersebut. Ia menilai, Lion Air melakukan hal ini sebagai bentuk protes atau perlawanan kepada keputusan pemerintah.

“Saya menduga ini ada pertimbangan-pertimbangan lain, apa itu pertimbangannya, hanya lion itu yang bisa menjawab,” ujarnya.

Karena itu, kata Alvin, low season hanya alasan formalitas yang dilontarkan Lion Air. Dia menduga ada alasan atau pertimbangan lain yang tidak diungkap Lion, contohnya seperti bentuk protes kepada pemerintah atau lainnya.

BAGIKAN

LEAVE A REPLY