Pengamat: Tidak Perlu Perpanjang Masa Dinas Kapolri, Jenderal Badrodin Haiti

@Rayapos | Jakarta: Jabatan Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) dan Kepala Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Poolri, saat ini menjadi perhatian publik, seiring akan berakhirnya masa tugas dua figur terpenting di dalam institusi Bhayangkara tersebut.

Jenderal Badrodin Haiti dan Komjen Anang Iskandar seperti diketahui akan memasuki masa purna tugas, dalam waktu dekat ini. Oleh sebab itu bursa persaingan menuju Trunojoyo 1 dan juga Trunojoyo 3, makin ramai dibicarakan. Siapakah yang nantinya akan mengisi kedua posisi prestisius di tubuh Polri tersebut.

Khususnya untuk poisis Kapolri, di tengah makin dekatnya hari pensiun Badrodin, muncul wacana bahwa pemerintah akan memperpanjang masa dinas Kapolri saat ini, dengan sejumlah alasan dan pertimbangan.

Menanggapi akan wacana yang kian santer beredar tersebut, pakar hukum tata negara Asep Warlan Yusuf menilai, perpanjangan jabatan Kapolri Jenderal Badrodin Haiti bisa mengganggu agenda nasional.

“Saya kira ini bisa menganggu agenda nasional dan menghambat karir polisi lain. Karena sebetulnya masih banyak jenderal bintang tiga yang pantas untuk menjadi Kapolri. Jadi saya rasa, Jokowi tak perlu keluarkan Perppu karena dalam undang-undang sudah diatur maksimum anggota polisi hanya 58 tahun,” kata Asep, di Jakarta, Jumat (20/5).

Adapun Badrodin akan pensiun bulan Juli mendatang, di usia 58 tahun.

BAGIKAN

LEAVE A REPLY