Wakil Ketua DPR, Fadli Zon. (FOTO: Rayapos/Andrew Tito)

@Rayapos | Jakarta – Wakil Ketua DPR Fadli Zon komentari soal pengibaran bendera Israel di Papua oleh sejumlah masyarakat, terkait adanya pemindahan Kedutaan AS ke Yerusalem.

Fadli menegaskan sebaiknya pengibaran tersebut dihentikan, lantaran tidak menutup kemungkinan pengibaran bendera Israel tersebut bisa jadi sebuah kesalahpahaman yang menyulut aksi aksi yang tidak di inginkan.

“Baiknya itu dihentikan karena itu jelas dari negara Israel yang bukan bendera dari tradisi melainkan bendera dari zionis Israel,” ujar Fadli di Komplek Parlemen DPR, Jumat (18/5/2018).

Fadli menjelaskan pengibaran bendera Israel di Indonesia bisa memberikan interpretasi berbeda, dalam hal ini kata Fadli, harusnya ada penjelasan dari Polri terkait pengibaran bendera Israel di Papua tersebut.

Fadli menambahkan sejauh yang di ketahui dirinya, bawah mayoritas panduduk Indonesia menolak penindasan warga Palestina atas adanya pemindahan Keduataan AS ke Israel tepatnya di Yerussalem.

“Saya kira aspirasi mayoritas masyarakat Indonesia menolak Israel serta menolak pemindahan Kedutaan AS ke Yerusalem, kemudian ada peristiwa pengibaran bendera seperti itu,” ujar Fadli.

Sementara sikap Kapolda Papua Irjen Boy Rafli Amar yang tak bertindak soal bendera itu, Fadli mengatakan bahwa masyarakat yang akan menilainya.

Dalam hal ini Fadli kembali menyarankan pengibaran bendera tersebut dihentikan sebelum menimbulkan kesalahpahaman yang lebih luas lagi.

Diketahui dan telah menyebar di berbagai media sosial, Sebuah video berdurasi 1 menit dua detik berisi konvoi kendaraan yang membawa bendera Israel menyebar secara viral yang terjadi di Jayapura, Papua.

BAGIKAN