Penumpang Kereta Api Naik 5 Persen Jelang Imlek

@Rayapos | Jember: Jumlah penumpang kereta api di wilayah Daerah Operasi 9 Jember, Jawa Tiimur, pada libur panjang akhir pekan yang bertepatan dengan perayaan Tahun Baru Imlek 2568, diprediksi naik sekitar lima persen.

Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi (Daop) 9 Lukman Arif di Jember, Jumat, mengatakan peningkatan jumlah penumpang yang menggunakan moda transportasi kereta api di wilayah kerja Daop 9 diprediksi mencapai 5 persen dibanding saat libur akhir pekan biasa.

“Peningkatan jumlah penumpang tersebut seiring dengan penambahan satu gerbong kereta kelas bisnis untuk KA Mutiara Timur dengan relasi Banyuwangi-Surabaya (PP) dengan kapasitas satu gerbong sebanyak 64 tempat duduk,” katanya di Kabupaten Jember.

Menurutnya, tingkat okupansi setiap gerbong kereta yang diberangkatkan dari Daop 9 Jember rata-rata mencapai 80 hingga 90 persen, bahkan untuk tiket sejumlah perjalanan kereta api sudah terjual habis.

“Tiket KA Logawa yang berangkat dari Stasiun Jember sudah terjual habis untuk keberangkatan hari Jumat (27/1) hingga Minggu (29/1) dan tiket KA Ranggajati yang juga berangkat dari Stasiun Jember menuju Cirebon juga habis untuk keberangkatan Jumat ini,” tuturnya.

Selain itu, lanjut dia, tiket KA Probowangi juga habis untuk keberangkatan 27-29 Januari 2017, sedangkan tiket KA Sritanjung dan KA Mutiara Timur habis terjual untuk keberangkatan 29 Januari 2017.

Meskipun terjadi kenaikan jumlah penumpang, PT KAI Daerah Operasi 9 Jember tidak mengoperasionalkan kereta tambahan selama libur Tahun Baru Imlek 2568 karena jumlah kereta reguler dinilai masih mencukupi.

“Kami hanya memaksimalkan rangkaian kereta yang sudah ada saja. Ada kereta yang ditambah gerbongnya seperti KA Mutiara Timur dengan penambahan satu gerbong kereta kelas bisnis, sedangkan kereta lainnya tidak ditambah,” ujarnya.

Data Daop 9 Jember mencatat setiap hari terdapat tujuh keberangkatan KA jarak jauh yakni KA Mutiara Timur siang dengan relasi Banyuwangi-Surabaya, kemudian KA Mutiara Timur malam dengan relasi Banyuwangi-Surabaya, KA Sri Tanjung dengan relasi Banyuwangi-Lempuyangan Yogyakarta, KA Probowangi dengan relasi Banyuwangi-Surabaya.

Kemudian KA Tawang Alun dengan relasi Banyuwangi-Malang, KA Logawa dengan relasi Jember-Purwokerto dan KA Rangga Jati dengan relasi Jember-Cirebon, serta KA lokal sebanyak empat kali perjalanan yaitu KA lokal Pandan wangi relasi Jember-Banyuwangi. [ant]

Comments

comments

LEAVE A REPLY