Mantan PM Malaysia dan Ketua Pakatan Harapan dan Ketua Federal Oposisi Wan Azizah dalam Sidang Penetapan Mahathir Mohamad sebagai Kandidat PM Malasyia di Shah Alam, Malaysia, 07 January 2018.(Foto : New Straits Times)

@Rayapos | Kuala Lumpur – Penunjukan mantan Perdana Menteri terlama Malaysia DR. Mahathir Mohamad sebagai kandidat Perdana Menteri Malaysia dalam pemilihan umum yang disebut-sebut akan segera berlangsung, ternyata tak semulus beritanya.

Ketua Melaka Pakatan Harapan yang merupakan sayap partai pimpinan Mahathir Mohamad, Pakatan Harapan, Mahani Masban menentang keputusan untuk memilih kandidat yang usianya sudah menginjak 92 tahun itu untuk maju sebagai calon Perdana Menteri.

Usai Penetapan Mahathir sebagai kandidat PM mewakili kubu koalisi partai oposisi, Mahani Masban mengatakan masih ada waktu untuk meninjau ulang keputusan itu.

Baca juga : Berusia 92 Tahun, Mahathir Mohamad Maju Lagi Sebagai Kandidat PM Malaysia

Dia mengatakan alih-alih mencalonkan pemimpin lama, kandidat yang lebih muda pasti lebih sesuai berdasarkan lanskap politik saat ini.

“Semuanya dimulai pada saat gerakan ‘reformasi’. Mulai dari tahun 1998, semua yang terjadi pada (pemimpin PKR de facto Datuk Seri) Anwar (Ibrahim) sebagai wakil perdana menteri, harus diperhitungkan dalam keputusan yang akan dibuat kemudian,” katanya.

“Selain itu, Anwar masih dipenjara,” kata Mahani saat ditemui seusai Dr Mahathir, yang merupakan ketua Pakatan dan Parti Pribumi Bersatu Malaysia, diumumkan sebagai kandidat jabatan perdana menteri saat konvensi Pakatan hari ini” tambahnya.

Baca juga : 32 Awak Kapal Tanker yang Bertabrakan di Perairan…

Seperti diketahui, koalisi empat partai oposisi juga telah menunjuk istri Anwar Ibrahim yang kini menjadi Presiden PKR Datuk Seri Dr Wan Azizah Wan Ismail sebagai wakil calon perdana menteri.

Meski demikian, Mahani meminta agar anggota koalisi partai oposisi untuk tetap tenang seraya berharap agar keputusan segera diubah.

Sementara itu, Ketua Perempuan Perlis Partai Keadilan Rakyat (PKR) Fauziah Hamzah mengatakan, Menteri Besar Selangor DAtuk Seri Azmin Ali lebih pantas ditunjuk sebagai kandidat Perdana Menteri dibandingkan Mahathir Mohamad.

Menurut Fauziah, Azmin lebih memenuhi syarat berdasarkan rekam jejaknya dalam mengelola Selangor.

“Azmin telah menerapkan berbagai program untuk pemuda dan wanita. Dia bisa menjadi perdana menteri yang hebat.Saya berharap agar seorang pemimpin muda dijadikan perdana menteri, ini adalah permintaan dari (PKR) perempuan (sayap),” kata Fauziah.

Baca juga : Dua Orang Turis Tewas Setelah Diterkam Buaya

Senada dengan Mahani dan Fauziah, aktivis Reformasi 98 Shafiq Ali mengungkapkan kurangnya kepercayaannya pada kepemimpinan Dr Mahathir sebagai perdana menteri yang mungkin, dan menggambarkannya sebagai “seseorang yang tidak menepati janjinya”.

“Saya tidak menerima pengumuman (dari Dr Mahathir sebagai calon perdana menteri), karena dia tidak menepati janjinya.

“Ya, ada kesepakatan untuk menjadikannya perdana menteri, tapi jika dia tetap ingin menjadikan negara ini miliknya sendiri, saya tidak tahu (apa yang akan terjadi).”

Comments

comments