Peredaran uang palsu jangkau enam provinsi

@Rayapos.com | Jakarta: Direktur Tipideksus Bareskrim Polri, Brigjen Agung Setya mengatakan, sebanyak 121 lembar uang palsu telah beredar di enam provinsi, yakni Kalimantan Barat, DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Bali.

“Kami temukan ada di enam provinsi. Uang ini sudah beredar, tersangka sudah beberapa kali memproduksi,” kata Agung di Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (18/10/2017).

Menurut Agung keberhasilan penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri dalam mengungkap kasus tersebut, tidak lepas dari kerjasama dengan BI yang berhasil mengidentifikasi peredaran uang palsu yang berasal dari Bangkalan, Madura, Jawa Timur.

Pengungkapan sindikat uang palsu (Foto: Rayapos.com/GALUH)
Pengungkapan sindikat uang palsu (Foto: Rayapos.com/GALUH)

Namun Agung menduga bahwa masih ada pihak lain dari sindikat uang palsu tersebut yang diduga memiliki peran sebagai pengedar.

“Tentunya akan terus kami kembangkan dan kejar pelaku yang mengedarkan,” terangnya.

Dia juga mengimbau agar masyarakat lebih berhati-hati dalam menerima uang. Masyarakat juga dianjurkan untuk mengecek keaslian uang tersebut dengan 3D, yang dianggap cukup efektif.

Baca juga : Polisi bongkar jaringan pembuat uang palsu di Pulau Jawa

Dari pengungkapan kasus tersebut, polisi berhasil menyita barang bukti berupa 313 lembar uang palsu pecahan 100 ribu rupiah, 2 unit mobil, 4 sepeda motor dan perangkat pembuatan uang palsu.

Sementara itu, tersangka dikenakan pasal 36 ayat 1,2,3 dan pasal 37 UU Nomor 7 tahun 2011 tentang Mata Uang dan pasal 3 atau pasal 5 UU Nomor 8 tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan TPPU dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup.