Peringati Maulid Nabi, 74 Balita Ikuti Tradisi “Baayun Maulid”

@Rayapos.com | Muara Teweh: Dalam rangka memeriahkan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun 2017, sebanyak 74 orang balita dari sejumlah kelurahan di Kabupaten Barito Utara mengikuti tradisi “Baayun Maulid”.

Tradisi tahunan dengan mengayunkan anak pada bulan Maulud ini bertujuan agar sang anak jika sudah besar nanti menjadi orang yang sehat berbakti kepada orang tua serta dapat mengikuti ketauladanan Nabi Muhammad SAW.

“Peserta baayun atau batuyang tahun ini meningkat dibanding sebelumnya hanya 51 orang anak,” ujar Ketua Panitia Hari-Hari Besar Islam Barito Utara (Barut), Yaser Arapat di Masjid Jami Muara Teweh, Minggu (3/12).

Para peserta bahkan datang dari Desa Lemo, kelurahan Lanjas dan kelurahan Melayu Kecamatan Teweh Tengah serta Kelurahan Jambu dan kelurahan Jingah Kecamatan Teweh Baru.

Pada saat bayi atau anak bahkan orang dewasa yang mengikuti tradisi baayun ini akan dibacakan shalawat dan syair yang mengagungkan akhlakul karimah nabi yang menjadi tuntunan bagi kaum muslimin di seluruh dunia.

“Kegiatan ini tanpa dipungut biaya atau gratis dan peserta mendapat bingkisan dari panitia,” kata Yaser yang juga menjabat Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Pertanahan Barito Utara ini.

Bupati Barito Utara, Nadalsyah beserta istri menyempatkan hadir dalam acara tradisi ini. Mereka juga melakukan tradisi tampung tawar kepada anak-anak yang batuyang di halaman masjid itu.

Tradisi tampung tawar sendiri dipercaya warga dapat menghidarkan anak-anak dari sakit-sakitan yang diakibatkan karena mistis, serta gangguan-gangguan terhadap anak yang disebabkan mahkluk halus.

Editor: Hadie Ismanto

Comments

comments