Seorang balita mendapat vaksin polio di Nigeria (Foto : Istimewa)

@Rayapos | Jakarta – Sempat dinyatakan sebagai negara bebas polio pada tahun 2014 oleh WHO, Nigeria kembali terjangkit polio pada tahun 2016. Kasus polio muncul ketika ditemukan dua anak didiagnosis menderita kelumpuhan karena wabah polio.

Kasus ini merupakan kemunduran besar bagi upaya internasional untuk memberantas penyakit polio. Sebelumnya, pihak berwenang berpikir jika penyakit polio hanya tersisa di Pakistan dan Afghanistan.

“Sudah pasti ini adalah suatu kemunduran, kedua kasus ini terdeteksi setelah dua tahun kami berpikir Nigeria telah bebas dari polio,” ungkap Michel Zaffra, seorang dokter sekaligus direktur WHO dalam kasus pemberantasan polio.

Menurut WHO, analisis genetik dari virus dua anak penderita polio dan keluarga mereka (yang tinggal di berbagai belahan Borno) sama persis dengan yang dikumpulkan di Borno pada 2011. Itu berarti polio sebenarnya tidak pernah hilang dari daerah tersebut, melainkan beredar diam-diam, mengingat Nigeria tidak pernah terdeteksi kasus polio lagi sejak Juli 2104.

Nigeria sendiri telah banyak mengeluarkan biaya untuk melakukan pemberantasan polio tersebut. Salah satunya dengan mencari pinjaman dana dari Jepang sebesar 76 juta dolar Amerika atau setara dengan Rp 950 miliar melalui program Overseas Development Assistance (ODA).

Baca juga : Bill Gates Kucurkan 76 Juta USD Untuk Lunasi Utang Nigeria ke Jepang

Menurut Filantrofis dan pendiri Microsoft, Bill Gates, Nigeria menghadapi tantangan berat yang menyulitkan imunisasi anak-anak di sebagian besar daerah yang rentan.

“Tantangan utama kita adalah sulitnya pemberi vaksin menemukan anak-anak yang perlu divaksinasi. Menjangkau anak-anak itu di lingkungan yang tidak aman bisa sangat sulit, perlu ada kemitraan kuat dengan pemerintah di kawasan itu khususnya di Borno, Nigeria timur laut,” ujarnya.

Tapi Gates mengatakan ia cukup optimistis banyak anak bisa dilindungi dari Polio di Nigeria utara.

“Kita makin pintar mencari cara untuk menemukan desa-desa, bagaimana kita merangkul tokoh masyarakat. Kita punya tim hebat di sana. Pemerintah bekerjasama dengan kita. Kita perlu mengakses anak-anak dan kita perlu warga memahami pentingnya semua anak ini mendapat vaksin polio oral,” kata Gates.

Sebelum memutuskan untuk membantu  Nigeria melunasi utangnya kepada Jepang, Bill and Melinda Gates Foundation, yayasan amal yang didirikan oleh pengusaha teknologi itu bersama istrinya telah menyumbangkan US$3,5 miliar untuk membasmi polio sejak tahun 2000.

 

Comments

comments