@Rayapos | Jakarta – Produsen prosesor, Intel dikabarkan kekurangan pasokan chip. Hal ini seiring dengan meningkatnya permintaan chip karena produksi PC kembali menggeliat belakangan ini.

Masalah kurangnya chip ini terungkap berdasarkan sebuah catatan yang ditulis CEO sementara Intel, Bob Swan. Menurut dia, meroketnya penjualan PC disebabkan oleh besarnya permintaan untuk perangkat gaming.

“Stok yang ada, tak diragukan lagi memang terbatas. Terutama pada pasar PC entry-level,” ujar Swan dalam catatannya, sebagaimana dilansir laman TechCruch, Senin (1/10/2018).

Baca Juga:

Wow, Oppo Find X Hadir dengan Kapasitas RAM 10 GB

Qualcomm Tuduh Apple ‘Main Belakang’ dengan Intel

Kisah Kolektor Robot Seks Ungkap Rahasia kepada Anak

Namun Swan meyakini stok yang dimiliki Intel masih mencukupi untuk memenuhi permintaan setidaknya sampai akhir tahun ini. Di sisi lain, perusahaan yang berbasis di California itu akan memprioritaskan penjualan di pasar premium, termasuk prosesor Xeon dan Core.

Rencana ini akan dilakukan dalam jangka pendek sehingga perusahaan dapat memenuhi permintaan untuk kebutuhan segmen atas. Intel pun berencana untuk menginvestasikan USD15 miliar dalam belanja modal tahun ini.

Dana yang digelontorkan tersebut juga termasuk USD1 miliar untuk manufaktur chipset 14nm di AS, Irlandia dan Israel.

Ivestasi besar itu merupakan komitmen Intel sebagai pemasok chip komputer terbesar di dunia. Upaya ini untuk mencegah pesaing mereka, AMD yang bisa saja perlahan-lahan menggerus pasar Intel.

BAGIKAN