Permintaan Sapi Ternak di Kulon Progo Turun

Harga daging Sapi Meningkat (Foto: Ilustrasi)

@Rayapos | Kulon Progo: Perminataan sapi ternak di Pasar Hewan Pengasih, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengalami penurunan drastis karena kondisi ekonomi petani lesu.

Pedagang sapi antarprovinsi Makiran di Kulon Progo, Kamis, mengatakan lesunya permintaan sapi bukan karena andanya penyakit antraks, melainkan permintaan sapi oleh petani sangat rendah.

“Lesunya permintaan sapi terjadi di seluruh wilayah, tidak hanya di Kulon Progo. Turunnya permintaan sapi lebih karena kondisi ekonomi petani yang lesu, dan permintaan daging sapi turun,” kata Makiran.

Ia mengatakan saat kodisi ekonomi petani normal dan permintaan daging sapi tinggi, dirinya mampu menjual 10 hingga 50 ekor per minggu, tapi saat ini sangat lesu hanya dua ekor.

Harga sapi hidup sendiri sangat stabil, yakni Rp12 juta hingga Rp15 juta per ekor. Sapi ukuran besar Rp18 juta hingga Rp20 juta.

“Harga daging sapi di pasar stabil, hanya permintaan daging menurun karena daya beli masyarakat turun,” katanya.

Makiran mengatakan adanya kasus antraks ini, dirinya harus meminta surat keterangan kesehatan hewan.

“Pemeriksaan kesehatan hewan pada dasarnya sudah lama dilaksanakan. Khusus, sapi yang akan dikirim ke luar pulau, harus menjalani pemeriksaan hewan. Biaya yang dikeluarkan sedikit, hanya saja harus menunggu hasil laboratorium yang lama,” katanya.

Lurah Pasar Hewan Pengasih Kulon Progo Mulyadi mengatakan jumlah pedagang sama, tidak ada perubahan. Jumlah hewan ternak yang dijual juga sama, sapi berkisar 40 ekor dan kambing 150 ekor.

“Isu penyakit antraks tidak berpengaruh terhadap jual beli hewan di sini. Selain itu, masyarakat sudah tahu kalau masak daging harus lama,” katanya.

Ia mengatakan harga sapi indukan bagus berkisar Rp12 juta, kambing berkisar Rp800 ribu sampai Rp900 ribu. “Pedagang sapi dari Purworejo dan Muntilan masih melakukan jual beli hewan,” katanya. [ant]

Comments

comments