Pertamina Resmikan SPBU Kompak di Sorong Selatan

rayapos.com - takaran di SPBU - 24 jam
SPBU Pertamina (Foto: Istimewa)

@Rayapos | Jayapura: Manajemen Pertamina Marketing Operation Region (MOR) VIII Maluku-Papua meresmikan SPBU/APMS Kompak di Distrik Moswaren, Kabupaten Sorong Selatan, Provinsi Papua Barat, 24 Januari 2016.

“Ini adalah wujud dari komitmen kami mengimplementasikan Program Nusantara Satu Harga yang diteruskan dengan Program Papua Satu Harga BBM,” ujar Manajer Humas Pertamina MOR VIII Taufikurachman, di Jayapura, Rabu (25/1).

Ia menjelaskan program ini sebelumnya difokuskan di delapan kabupaten yang belum memiliki enyalur BBM, dan kini sudah masuk ke distrik-distrik yang harga BBM-nya belum sama.

“Dengan adanya SPBU Kompak di Distrik Moswaren, masyarakat bisa membeli premium seharga Rp6.450/liter, sama dengan yang di Jakarta,” kata dia.

Di Moswaren alokasi preium sebanyak 90 kiloliter dan solar 25 kiloliter per bulan. Jumlah tersebut akan terus disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.

Sementara Bupati Sorong Selatan Samsudin Anggiluli mengapresiasi Pertamina yang telah membangun SPBU di wilayah kerjanya dan membuat masyarakat lebih mudah mendapatkan BBM bersubsidi dengan harga murah.

“Kami berterima kasih kepada Pertamina dan pemerintah pusat yuang sudah menjalankan Program BBM Satu Harga dan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” katanya.

Ketika meluncurkan program tersebut, Presiden Joko Widodo berharap kebijakan BBM satu harga mampu membantu pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya di Papua dan Papua Barat.

“Kita berharap kepada rakyat Papua kebijakan BBM satu harga ini bisa membantu pertumbuhan ekonomi, memperbaiki kesejahteraan, karena jelas biaya transportasi dan logistik akan lebih murah sehingga harga bisa diturunkan, ini memang ‘step by step’, setahapn demi tahapan,” kata Presiden Jokowi.

Presiden mengatakan kebijakan BBM satu harga di Papua dan Papua Barat yang dicanangkan Pemerintah merupakan upaya untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Harganya seperti yang sekarang, contoh Rp6.450 per liter, sedangkan sudah berpuluh-puluh tahun di Papua harganya dari Rp50 ribu, Rp60 ribu, sampai Rp100.000 per liter. Bayangkan,” ujar Presiden. [ant]

Comments

comments