Perumahan KAT di Desa Waflan Belum Terisi Penuh

@Rayapos | Ambon: Tempat pemukiman warga Komunitas Adat Terpencil (KAT) berjumlah 102 unit rumah yang dibangun tahun 2015 silam dengan menggunakan alokasi APBN itu, ternyata belum seluruhnya ditempati warga. Pemukiman yang dibangun di wilayah Dusun Lampresy, Desa Waflan, Kecamatan Waelata, Kabupaten Buru itu, ternyata baru ditempati 74 Kepala Keluarga (KK).

Belum terisinya seluruh perumahan KAT ini, kemudian memicu munculnya pertanyaan dari kalangan warga adat setempat. Akibatnya, pemerintah daerah dinilainya tak serius memperhatikan keberadaan masyarakat komunitas adat terpencil di wilayah tersebut. Apalagi hinggi kini masyarakat tersebut masih terisolir dan jauh dari sentuhan pembangunan.

Hal ini diungkapkan salah satu warga adat Pulau Buru,Latbua, kepada wartawan, di Namlea, Sabtu (28/1). Latbual mengaku prihatin dengan kondisi ini. Menurutnya, keberadaan perumahan KAT di Dusun Lamprey perlu ditelusuri kembali, baik menyangkut total jumlah unit perumahan KAT yang dibangun maupun jumlah warga yang belum menempati perumahan, dan berharap proyek tersebut benar-benar dimanfaatkan secara maksimal. ”Kita prihatin juga, memang sudah ada orang tinggal di sana, tapi ada juga yang belum, dan beberapa diantaranya masih kosong. Tak tahu ini karena apa,” ujarnya.

Pendamping Sosial Profesional dari Direktorat Komunitas Adat Terpencil, Kementrian Sosial RI, Muhammad Nafis, saat dihubungi wartawan, membenarkan jika keseluruhan dari perumahan KAT Dusun Lamprey belum terisi. ”Saya ditugaskan dari Jakarta di Kabupaten Buru selama tujuh bulan untuk itu, dan dari data yang saya peroleh, dari 102 unit rumah yang dibangun baru ditempati sebanyak 74 KK, sisanya belum. Kebanyakan warga yang tinggal di sana dari marga Nurlatu dan Latbual,” sebutnya.

Dijelaskannya, masing-masing unit perumahan KAT Dusun Lamprey yang dibangun dengan biaya APBN itu memiliki dua ruang tidur, satu ruang tamu dan dapur, tak ada wc dan juga belum ada sarana penerangan listrik.

Kesempatan berbeda, Kepala Dinas Sosial Provinsi Maluku, Sartono Pinning, masih belum berhasil dikonfirmasi wartawan terkait belum terisi sepenuhnya KK komunitas adat terpencil di perumahan KAT tersebut.

Comments

comments