Perundingan IEU-CEPA Perlihatkan Komitmen Penyelesaian

Perundingan IEU-CEPA (Foto: Ilustrasi)

@Rayapos | Jakarta: Perundingan putaran ke-2 Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU CEPA) pada 24-27 Januari 2017 di Bali, berjalan konstruktif dan diharapkan pada putaran selanjutnya masuk dalam negosiasi komprehensif dan teknis.

Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional (PPI) Kementerian Perdagangan Iman Pambagyo dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin, mengungkapkan kedua belah pihak saling memperlihatkan ingkat komitmen yang kuat untuk memajukan proses perundingan.

“Perundingan IEU CEPA pada putaran ke-2 ini terlihat semakin matang dari tingkat pengorganisasian dan proses perundingannya. Kami optimistis pada putaran berikutnya tahapan negosiasi akan lebih komprehensif dan teknis,” kata Iman.

Iman yang juga bertindak sebagai Ketua Perunding Indonesia dalam perundingan IEU CEPA mengatakan bahwa beberapa kemajuan yang dicapai pada perundingan di Bali, antara lain penyusunan aspek modalitas secara umum.

Selain itu, penajaman persepsi mengenai tingkat ambisi pada beberapa isu perundingan, antara lain bidang perdagangan barang dan jasa, “trade remedies”, kepabeanan dan fasilitasi perdagangan, regulasi teknis di bidang sanitari dan fitosanitasi (SPS).

Isu lainnya adalah, belanja pemerintah, Hak Kekayaan Intelektual, persaingan usaha, transparansi kebijakan, penyelesaian sengketa, perdagangan dan pembangunan yang berkelanjutan, serta beberapa isu runding lainnya.

“Selama perundingan berlangsung kedua belah pihak melakukan pertukaran informasi mengenai aspek kebijakan isu-isu terkait. Selain itu juga dibahas mengenai ‘papers’ maupun teks yang merefleksikan pandangan masing-masing pihak terhadap isu-isu perundingan secara prinsip, aturan, dan implementasi di lapangan,” lanjut Iman.

Putaran ke-2 ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan perundingan putaran pertama yang dilaksanakan pada 20-21 September 2016 di Brussel, Belgia.

Dengan hasil signifikan yang dicapai pada putaran ke-2 perundingan IEU CEPA, proses perundingan IEU CEPA diharapkan dapat dilaksanakan sesuai tenggat waktu yang direncanakan.

Bagi Indonesia, pembahasan secara komprehensif dalam perundingan IEU CEPA harus mempertimbangkan aspek keberlanjutan (sustainability), peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), akses pasar serta pemberdayaan sosial dan ekonomi masyarakat.

Putaran ke-3 Indonesia-EU CEPA direncanakan akan diadakan pada paruh kedua 2017 dan EU akan menjadi tuan rumah.

Di samping itu, pada kesempatan pertemuan di Bali terdapat sekitar 15 Working Group yang mengadakan pertemuan secara pararel.

Delegasi RI terdiri atas berbagai negosiator dan anggota dari seluruh kementerian dan lembaga yang terkait dengan Working Group dan isu yang dibahas. Setelah perundingan putaran ke-2 IEU CEPA selesai, Indonesia dan Uni Eropa melaksanakan Working Group on Trade and Investment (WGTI) ke-8 pada 28 Januari 2017 di Bali.

WGTI merupakan forum bilateral yang bertujuan membahas permasalahan terkait kelancaran arus perdagangan dan investasi kedua belah pihak melalui pertukaran informasi kebijakan dan peraturan yang saat ini berlaku.

Beberapa isu yang menjadi perhatian pada pertemuan WGTI ke-8 antara lain terkait kebijakan Indonesia di bidang investasi, prosedur ekspor dan impor, pre-shipment inspection, ketentuan impor produk alkohol, besi, baja dan ban, ketentuan SNI.

Selain itu juga dibahas terkait dengan isu halal, pembatasan pintu masuk pelabuhan impor, kepatuhan terhadap ketentuan standar internasional terkait hewan dan produk hewan, serta ketentuan mengenai SPS.

Sedangkan, beberapa kebijakan Uni Eropa yang menjadi perhatian Indonesia pada pertemuan tersebut adalah kebijakan mengenai isu akses pasar bagi produk-produk pertanian, kayu, dan perikanan Indonesia, di antaranya kelapa sawit, kakao, dan produk kayu.

Dilakukan juga pembahasan mengenai kebijakan dari Uni Eropa seperti EU’s New Directive On Renewable Energy, Modernization Of EU’s Trade Remedies Policies, European Food Safety Agency (EFSA) mengenai unsur senyawa 3 MCPD (3- monochloropropane – 1,2 – diol), serta monitoring FLEGT-VPA.

Uni Eropa merupakan mitra dagang terbesar ke-4 bagi Indonesia dengan produk ekspor utama antara lain mencakup produk-produk pertanian dan perikanan, furnitur, komponen mesin, tekstil dan alas kaki, serta produk plastik dan karet.

Sementara itu bagi Uni Eropa, Indonesia adalah mitra dagang dari Asia Tenggara terbesar ke-5 namun berada di peringkat ke-30 dalam urutan mitra dagang Uni Eropa secara global.

Ekspor utama Uni Eropa ke Indonesia antara lain terfokus pada mesin, peralatan transportasi, dan produk kimia selain jasa. Ekspor Indonesia ke Uni Eropa pada 2015 mencapai 14,8 miliar dolar AS dan impor dari Uni Eropa 11,3 miliar dolar AS dan Indonesia mengantongi surplus sebesar 3,5 milliar dolar AS.[ant]

Comments

comments