Petani Kupang Belum Terima Pupuk Bersubsidi

@Rayapos | Kupang: Sejumlah petani di Desa Tarus, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur sampai saat ini belum mendapatkan pupuk bersubsidi dari pemerintah, meski mereka sudah membayar harga pupuk sesuai rencana defenitif kebutuhan kelompok (RDKK).

“Dalam dua pekan terakhir ini, kami sudah menanam padi, namun sampai detik ini kami belum dapat pupuk bersubsidi dari pemerintah, meski kami sudah membayarnya sesuai RDKK,” kata Simon Dethan, seorang petani yang ditemui di Tarus, Kabupaten Kupang, Kamis (26/1).

Ia mengatakan hampir saban hari, dirinya bersama beberapa orang petani terus mendatangi pengecer pupuk di lokasi persawahan Tarus, namun sampai saat ini belum ada juga.

Pihak pengecer, kata dia, malah beralasan bahwa mereka juga belum mendapatkan pupuk dari para distributor, sehingga membuat para petani menjadi resah.

“Kalau saya, untuk bisa menyuburkan seluruh tanaman padi, saya membutuhkan empat karung pupuk dengan tiga jenis, yakni Petroganik, Urea serta Ponska,” ujarnya.

Ia sendiri merasa khawatir jika pupuk bersubsidi tersebut belum juga datang maka akan berdampak pada pertumbuhan padi di kawasan persawahan Desa Tarus.

Menurut dia, pupuk bersubsidi tersebut seharusnya berada di lokasi persawahan sebelum musim tanam agar tidak merugikan petani saat hendak menanam.

“Seharusnya (pupuk) sudah ada di sini sebelum musim tanam. Kami tunggu saja sampai kapan pupuknya tiba,” ujarnya.

Simon juga tidak menghendaki agar kelangkaan pupuk seperti yang terjadi pada 2014, 2015 dan 2016 sampai terulang kembali, karena akan menurunkan produktivitas tanaman padi di areal persawahan itu.

Ia pun mengharapkan agar Pemerintah Daerah serta pemerintah Provinsi bisa segera mengatasi hal tersebut, mengingat para petani di daerah itu hanya berharap dari tanaman padi dan palawija.

Sementara itu Alex, seorang petani lainnya, malah langsung melapor kasus kelangkaan pupuk bersubsidi tersebut ke pemerintah daerah setempat dengan harapan bisa mendapatkan jalan keluarnya.

Alokasi pupuk bersubsidi untuk wilayah NTT tahun 2017 dilaporkan mencapai sebanyak 48.254 ton, yang terdiri atas pupuk urea sebanyak 21.300 ton, SP-36 5.054 ton, ZA 2.920 ton, NPK 13.600 ton, dan organik 5.380 ton.

Penyaluran pupuk bersubsidi di NTT dilakukan oleh PT Pupuk Kaltim dan PT Petrokimia. [ant]

Comments

comments

LEAVE A REPLY