Foto: Istimewa

@Rayapos | Jakarta – FIFA membuka proses investigasi terhadap selebrasi kontroversial Granit Xhaka dan Xherdan Shaqiri. Keduanya melakukan selebrasi tersebut saat Swiss menang 2-1 atas Serbia di grup E. Selebrasi kontroversial ini diduga bermuatan politik.

“Komite disiplin FIFA telah membuka proses investigasi terhadap pemain Swiss, Granit Xhaka dan Xherdan Shaqiri atas selebrasi gol mereka saat Swiss lawan Serbia,” tulis keterangan resmi FIFA, Senin (25/6/2018).

Seperti diketahui, kedua pemain yang memiliki latar belakang Albania-Kosovo melakukan selebrasi dengan membentuk lambang elang di dada. Ini mengacu pada simbol mendera nasional Albania.

Selebrasi itu pun memicu perdebatan di kalangan fans, terutama Serbia. Dimana hingga saat ini, negara Balkan tersebut tak mau mengakui kemerdekaan Kosovo beserta etnis Albania.

“Dalam kaitannya dengan laga yang sama, proses disipliner juga dibuka terhadap Federasi Serbia atas gangguan keramaian penonton dan bentangan pesan bernada politik yang disampaikan fans Serbia,” tuturnya.

Baca Juga:

Piala Dunia 2018: Kolombia Singkirkan Polandia 3-0

Beckham: Timnas Inggris Tak Banyak Pengalaman

“Lebih lanjut, penyelidikan awal dibuka terhadap pelatih Serbia, Mladen Krstajik atas pernyataan tuduhan yang dibuatnya selepas pertandingan berjalan.”

Shaqiri sendiri lahir di Kosovo sebelum hijrah ke Swiss saat masih kecil ketika mencari suaka. Sementara Xhaka memiliki orang tua berdarah Albania yang berasal dari Serbia.