Sayap Lion Air JT 633 patah usai tabrak tiang lampu di bandara Bengkulu (instagram)

@Rayapos | Jakarta – Pesawat dari maskapai penerbangan dengan logo singa merah, Lion Air kembali mengalami kecelakaan. Kali ini, pesawat dengan nomor registrasi PK-LGY dan nomor penerbangan JT 633 tujuan Bengkulu-Jakarta menabrak sebuah tiang lampu yang ada di Bandara Fatmawati, Bengkulu.

Saat itu, JT 633 tengah bersiap berangkat dari Bengkulu menuju bandara Soekarno Hatta. Saat sedang berada di landasan pacu, JT 633 tiba-tiba menabrak tiang yang berada persis di depan ruang VIP bandara Fatmawati Bengkulu. Akibatnya sayap bagian kiri pesawat patah.

Menanggapi kejadian ini, Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, M Pramintohadi Sukarno memastikan jika Ditjen Perhubungan Udara segera melakukan investigasi menyusul insiden tersebut.

Baca juga: Kecelakaan Lagi, Lion Air PK-LGY Tabrak Tiang di Bandara

Menurutnya, pesawat dan pilot beserta co-pilot saat ini telah di-grounded atau dilarang terbang untuk keperluan investigasi.

Investigasi akan dilakukan oleh Inspektur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara, Inspektur Bandar Udara dan Inspektur Navigasi Penerbangan guna mencari tahu penyebab kejadian dan langkah tindak lanjut yang tepat.

“Kami telah menerima laporan awal dari Kepala Bandara Fatmawati Bengkulu bahwa sayap pesawat Lion Air JT 633 yang akan berangkat dari Bandara Fatmawati Bengkulu menuju Bandara Soekarno Hatta menyenggol tiang parking stand 3 yang berada di depan gedung VIP Bandara tersebut sehingga sayap pesawat sebelah kiri mengalami kerusakan” ujar Pramintohadi dikutip dari Liputan6, Rabu (7/11/2018).

Baca juga: Lion Air Hilang Kontak Setelah 13 Menit Take Off

Usai kejadian, seluruh penumpang yang berjumlah 145 orang langsung diminta turun dari pesawat untuk kembali ke dalam terminal keberangkatan. Rencananya para penumpang akan diberangkatkan dengan menggunakan pesawat Lion Air lainnya pada sekitar pukul 22.10 WIB.

“Kami telah menginstruksikan kepada Kabandara untuk memastikan maskapai penerbangan memenuhi kewajiban sesuai ketentuan dengan memberikan kompensasi atas keterlambatan penerbangan kepada penumpang,” ujar Pramintohadi.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi telah meminta dilakukannya pemeriksaan pesawat atau rampcheck yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara pada Boeing 737 MAX 8 yang dimiliki seluruh maskapai penerbangan, menyusul kecelakaan naas Lion Air JT 610 yang memakan korban sebanyak 189 orang pada Senin (28/10) lalu.

Khusus Lion Air, Budi Karya meminta Plt Direktur Jenderal Perhubungan Udara untuk melakukan special audit pada standar operational precedure (SOP) hingga kualifikasi awak pesawat.

BAGIKAN