Direktur Pencapresan PKS Suhud Aliyudin

@Rayapos | Jakarta – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mempertimbangkan opsi abstain pada Pilpres 2019. Ini bisa terjadi jika dari sembilan tokoh yang diusungnya tak satu pun dipilih jadi cawapres Prabowo Subianto.

“Ya, kami masih menunggu keputusan Pak Prabowo ke mana. Siapa yang dipilih, karena kan bisa saja keputusannya itu tidak mengambil dari sembilan itu kan. Nah, berarti, ketika nama lain yang keluar, kami akan membawa kembali ke DPP dan Majelis Syuro. Apakah itu diterima atau tidak, itu tergantung pembahasan itu,” ujar Direktur Pencapresan PKS Suhud Aliyudin saat dimintai keterangan, Rabu (1/8/2018).

Bukan hanya itu, menurut Suhud, bisa saja PKS meninggalkan koalisi partainya dengan Gerindra, PAN, dan Partai Demokrat.

“Jadi posisi kami menunggu apa keputusan Pak Prabowo. Mungkin koalisi bisa tetap berjalan. Jika tidak, ya mungkin ada pembicaraan,” ujarnya menjawab pertanyaan apakah terjadi deadlock pembahasan cawapres Prabowo.

Baca juga:

Hakim Indonesia Dibodoh-bodohi Dunia

Bicara di Media Asing, AHY: Tidak Masalah Non-Muslim Jadi Pemimpin Negara

Daftar 5 Perwira Berpangkat AKBP Dicopot Polri

Suhud mengakui belum ada kesamaan sikap dan pandangan soal cawapres Prabowo. Dia mengatakan sebenarnya kader-kader PKS meminta ada keputusan resmi soal cawapres pada 30 Juli lalu, namun memang ada perpanjangan setelah Ijtimak Ulama.

“Kalau DPW-DPW PKS kan minta tanggal 30 ada keputusan resmi. Tapi karena ada Ijtimak Ulama, sehingga kita menimbang hasil Ijtimak Ulama terlebih dahulu. Pada saatnya kita akan meminta kapan kira-kira dipastikan koalisi ini bisa lanjut apa tidak,” beber Suhud.

Dia mengatakan PKS mempertimbangkan opsi abstain di Pilpres 2019 jika akhirnya tak ada kader PKS yang dipilih jadi cawapres.

“Itu salah satu opsi yang mungkin diambil kalau memang situasinya tidak memungkinkan, tapi itu tergantung pembahasan pimpinan DPP dan Majelis Syuro. Kira-kira sikap resmi PKS itu seperti apa ketika ada nama lain yang diusulkan,” pungkas Suhud.

BAGIKAN