Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)

@Rayapos | Jakarta – Basuki Tjahja Purnama dikabarkan bakal gabung ke PDIP usai bebas dari penjara nanti. Kabar ini pun banyak ditanggapi oleh politisi. Salah satunya Direktur Pencapresan PKS Suhud Alynudin.

Dia mengatakan, bergabungnya Ahok bisa jadi membawa petaka bagi partai yang dinakhodai Megawati Soekarnoputri tersebut.

Baca juga:

GP Ansor Malang Ikut Kecam Prabowo soal Kedubes Australia

KPK Tangkap 6 Orang Penegak Hukum di Pengadilan Jakarta Selatan

Umat Islam boleh jadi tak lagi menjadikan PDIP sebagai pilihan. Dengan kata lain, Ahok bakal menggerus perolehan suara partai berlogo banteng moncong putih itu.

“Saya kira seperti itu (bisa menggerus suara PDIP),” ujar Suhud saat dihubungi, Rabu (28/11/2018).

Alasan dapat menggerus suara PDIP, karena masyarakat masih ingat betul mantan Bupati Belitung Timur itu mendekam dua tahun kurungan pencara akibat penistaan agama dengan mengutip Surah Al Maidah ayat 51. Kala itu terjadi aksi besar-besaran yang dikenal dengan sebutan Aksi 212.

Aksi itu dieketahui dihadiri oleh jutaan masyarakat. Mereka menuntut supaya Ahok dihukum penjara.

“Kasus Ahok terkait penistaan agama saya kira masih melekat dalam ingatan sebagian umat Islam. Hal ini saya kira faktor yang dapat menimbulkan resistensi dari sebagian besar umat Islam,” katanya.

Kendati demikian, Suhud mengaku tidak bisa melakukan mengintervensi keputusan PDIP soal Ahok. Adalah hak pribadi Ahok untuk berlabuh ke PDIP, begitu juga sebaliknya hak PDIP menerima atau menolak Ahok.

‎”Hak politik Pak Ahok untuk menentukan pilihan partai untuk menyalurkan aspirasi,” pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua DPP PDIP, Djarot Saiful Hidayat mengaku sudah bertemu langsung dengan Ahok‎. Pria kelahiran Belitung tersebut dikatakan Djarot, akan bergabung dengan partai berlogo banteng ini.

‎”Makanya dia (Ahok) bilang, kalau nanti saya masuk politik, saya akan pasti masuk PDIP,” ujar Djarot di kawasan Sleman, Jawa Tengah, Senin (26/11).

Lebih lanjut, Djarot mengatakan dalam pertemuannya tersebut, Ahok berkeinginan supaya pendukungnya bisa memberikan pilihan ke Joko Widodo (Jokowi) dan Ma’ruf Amin di Pilpres 2019.

 

BAGIKAN