PMI: 2016 Jumlah Pendonor di Kudus Meningkat

Sejumlah relawan sedang mendonorkan darah. (Foto: plus.google.com)

@Rayapos | Kudus: Palang Merah Indonesia Cabang Kudus, Jawa Tengah, sepanjang 2016 mendapatkan sumbangan darah dari relawan sebanyak 18.513 kantong atau meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

“Selama tiga tahun terakhir, perolehan darah dari relawan memang meningkat seiring semakin bertambahnya jumlah relawan yang bersedia melakukan donor,” kata Direktur Unit Donor Darah (UDD) PMI Cabang Kudus Anna Thesia di Kudus, Rabu (25/1).

Pada 2015, kata dia, jumlah darah yang diterima dari relawan mencapai 17.365 kantong.

Jumlah tersebut, lanjut Anna, jauh lebih banyak, dibandingkan peroleh selama tahun 2014 yang tercatat hanya 16.480 kantong darah.

Sementara permintaan darah sepanjang tahun 2016, tertinggi pada bulan Januari 2016 mencapai 1.759 kantong, sedangkan terendah pada bulan Juni hanya 1.403 kantong.

Ia mengatakan, permintaan darah paling banyak dari Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus, disusul Rumah Sakit Umum Daerah Loekmono Hadi Kudus, kemudian Rumah Sakit Islam Kudus.

Permintaan darah dari RS Mardi Rahayu Kudus, kata Anna, selama 2016 mencapai 6.532 kantong, sedangkan RSUD Loekmono Hadi mencapai 6.456 kantong.

“Sementara permintaan dari luar kota, tercatat hanya 1.104 kantong,” ujarnya.

Adapun jenis darah yang dibutuhkan selama 2016, katanya, didominasi darah segar karena mencapai 11.108 kantong, sedangkan jenis darah lengkap mencapai 6.699 kantong, sedangkan darah trombosit tercatat hanya 1.156 kantong, selebihnya merupakan darah plasma donor tunggal (liquit plasma).

Selama ini, kata dia, PMI Kudus berupaya memberdayakan keberadaan pendonor tetap sebagai koordinator.

Jumlah relawan yang ditetapkan PMI Kudus sebagai koordinator wilayah, mencapai 500 orang yang berasal dari masing-masing instansi.

“Keberadaan mereka, diharapkan bisa memotivasi masyarakat sekitar untuk bersedia menjadi pendonor,” ujarnya.

Adapun jumlah pendonor yang tercatat mencapai 12.000 orang yang tersebar di berbagai daerah di Kudus.

Jumlah tersebut akan bertambah karena data tersebut hasil pendataan 2012, sedangkan data terbaru masih dalam proses penyusunan. [ant]

Comments

comments