Foto: Ilustrasi

@Rayapos | Medan – Terdakwa kasus penistaan agama, Martinus Gulo (21) hanya bisa tertunduk lemas saat menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Medan, Rabu (18/7/2018). Jaksa Penuntut Umum (JPU), Aisyah menuntutnya lima tahun penjara.

Jalannya persidangan terdakwa penghina Nabi Muhammad ini dijaga ketat oleh kepolisian. Belasan anggota ormas Islam juga tampak memantau jalannya persidangan yang dipimpin oleh Fahren selaku Ketua Majelis hakim.

Martinus dituntut lima tahun karena terbukti bersalah dan menyebabkan umat beragama tersinggung. Dia dikenakan Pasal 28 ayat 2 UU ITE. Pembacaan tuntutan dilakukan oleh Jaksa Jois P. Sinaga di ruang Cakra 3, Pengadilan Negri (PN) Medan.

Baca Juga:

Berpakaian Ketat, Puluhan Perempuan Terjaring Razia Syariat Islam

Buron Dua Tahun, Mantan Bupati Mukomuko Ditangkap di Mal

Kuasa hukum Martinus menyampaikan, pihaknya akan mengajukan pembelaan pada sidang berikutnya. Usai mendengar tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) kepada terdakwa, hakim langsung memutuskan menunda sidang.

“Sidang kita tunda sampai pekan depan,” ujar Majelis Hakim.

Selama persidangan, penghina Nabi Muhammad itu tertunduk lemas dan terlihat seakan fokus mendengarkan tuntutan JPU. Setelah selesai sidang, terdakwa langsung digiring petugas keamanan menuju sel tahanan.

BAGIKAN