Foto: Ilustrasi

@Rayapos | Surabaya – Polda Jawa Timur berhasil membongkar kasus prostitusi jaringan online (daring) antarpulau. Polisi mengamankan satu tersangka yang diduga sebagai mucikari berinisial Y alias Keiko (40) di Bali.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera menyebut modus yang digunakan pelaku Y dengan menyediakan ratusan model. Selanjutnya ditawarkan melalui media sosial.

“Dalam rangka menarik orang untuk melakukan prostitusi, pelaku menggunakan edia jejaring sosial seperti facebook, instagram, maupun twitter,” ujar Kombes Pol Frans Barung Mangera di Surabaya, Rabu (9/5/2018).

Ditambahkan Wadireskrimsus Polda Jatim, AKBP Arman Asmara bahwa pengungkapan kasus ini terbongkar setelah pihaknya melakukan pengintaian selama dua bulan terakhir di situs-situs jejaring sosial.

“Kami menemukan ada keganjilan, ada tawar menawar dan terjadi transaksi oleh seseorang dengan orang lain,” urainya.

Baca Juga:

Ini Kisah Spanduk “Bergeraklah Merebut Kenangan”

Kapolda Sulut Mengaku Bangga Atas Kunjungan Kabaharkam

Setelah pengintaian tersebut, polisi juga memeriksa dua saksi masing-masing berinisial AI dan YIL. “Dari keterangan dua orang inilah, polisi mengetahui pelaku di atasnya. Kita kembangkan dengan satu tersangka inisial Y,” tutur AKBP Arman.

Ia menjelaskan, Y memperdagangkan modelnya dengan menawarkan foto terlebih dulu pada seseorang yang memesan. Setelah sepakat, kemudian dilaksanakan transaksi.

“Pelaku menawarkan ratusan model yang dimilikinya itu dengan harga antara Rp1,5 juta sampai Rp5 juta. Keuntungan dari pembayaran tersebut diberikan kepada mucikari itu sebanyak 35 persen,” ungkap AKBP Arman.

BAGIKAN