Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono

@Rayapos | Jakarta – Warga Boyolali bernama Dakun, melaporkan Capres Prabowo Subianto ke Polda Metro Jaya. Tuduhannya, menghina warga Boyolali.

Terkait laporan itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono, mengatakan, kini masih dalam tahap penelitian oleh penyidik.

Belum ada rencana untuk memanggil saksi, atau pun pihak terlapor dalam laporan ini.

“Saat ini laporan itu masih kita teliti. Kita tunggu saja perkembangan dari penyidik,” kata Argo.

Prabowo dilaporkan terkait dengan ucapannya dalam sebuah pidato yang diduga telah menghina masyarakat Boyolali, Jawa Tengah, Selasa (30/10/2018).

Dalam penggalan pidato Prabowo, Ketua Umum Partai Gerindra tersebut menyinggung tampang orang Boyolali yang tak pernah masuk ‘hotel mahal’.

Ucapan itu kemudian menimbulkan banyak pro-kontra.

“Sebut saja hotel mana di dunia yang paling mahal, ada di Jakarta. Ada Ritz Carlton, ada apa itu, Waldorf Astoria Hotel,” kata Prabowo.

Dia lanjutkan: “Namanya saja kalian tidak bisa sebut. Ada St. Regis dan macam-macam itu semua. Tapi saya yakin kalian tak pernah masuk hotel-hotel tersebut. Betul?”

Aulia Fahmi selaku tim kuasa hukum Dakun, mengatakan, ucapan Prabowo itu secara tidak langsung telah menghina masyarakat Boyolali.

Ia berharap agar polisi dapat segera mengusut laporoan itu.

“Pada hari Jumat (2/11/2018) kita sudah laporkan Prabowo Subianto ke Polda Metro Jaya atas dugaan penghinaan terhadap suku maupun ras. Kita berharap agar polisi segera mengusut,” kata Aulia kepada wartawan, Minggu (4/11).

Baca Juga:

Prabowo Kembali Janji Jemput Habib Rizieq Jika Jadi Presiden

Rossi Jatuh, Marc Marquez Juara Motogp Sepang

Sule ke Maia: Selamat… yang Pertama dan Terakhir

Laporan Dakun itu terlah diterima oleh polisi dan tertuang dalam TBL/6004/XI/2018/PMJ/Dit.Reskrimsus tanggal 2 November 2018. Barang bukti yang disertakan dalam laporan yaitu potongan video saat Prabowo berpidato.

Dalam laporan itu Prabowo diduga telah melanggar Pasal 28 ayat 2 Jo Pasal 45 A ayat 2 UU RI nomor 19 tahun 2016 tentang ITE atau Pasal 4 huruf b angka 2 Jo Pasal 16 UU RI nomor 40 tahun 2008 tenetng Penghapusan DIskriminasi Ras dan Etnis atau Pasal 156 KUHP.

Sementara, Dirreskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Adi Deriyan mengaku belum mengetahui soal laporan itu. Adi mengatakan akan memeriksa terlebih dahulu laporan Dakun soal Prabowo itu.

“Saya belum lihat laporannya seperti apa, nanti saya lihat dulu bagaimana untuk menentukan langkah selanjutnya,” ucap Adi.

Adi juga enggan berspekulasi mengenai pemanggilan kepada Prabowo sebagai terlapor. Ia kembali menegaskan akan memeriksa laporan dari Dakun terlebih dahulu.

“Enggak bisa (main panggil) saya harus lihat laporannya dulu seperti apa. Karena saya belum lihat bagaimana laporan itu,” tutup Adi. (*)

BAGIKAN