Kapolsek Penjaringan AKBP Rachmat Sumekar (FOTO: Ist)

@Rayapos | Jakarta – Polisi mengidentifikasi kasus penusukan ibu dan anak di Penjaringan, Jakarta bukan perampokan. Kapolsek Penjaringan AKBP Rachmat Sumekar mengatakan, motifnya karena dendam. Pelakunya diduga kenal dengan dengan korban.

“Motifnya mungkin masalah uang tapi bukan perampokan. Karena untuk perhiasan emas, uang yang ada di rumah, TV, komputer, tidak ada yang hilang,kemungkinan kuat pelaku orang dekat,” ujar Rachmat di konfirmasi, Jumat (27/7/2018).

Rachmat mengatakan ada 2 korban dalam peristiwa yang terjadi pada Kamis (26/7/2018) itu. Selain korban tewas, ada juga korban luka parah akibat serangan senjata tajam, yakni anak laki laki korban.

“Yang satu perempuan, selain yang meninggal ada yang luka anaknya (laki-laki) umur 33 tahun itu luka di perut bawah, lambung,” ujar Rachmat.

Baca juga:

Banyak Janda di Tasikmalaya, Ternyata Ini Penyebabnya

Makin Canggih, Boneka Seks China Sudah Bisa Diajak Ngobrol

OTT KPK Ringkus Adik Ketua MPR yang Berharta Rp 13 M

Dikatakan Rachmat, kejadian pembunuhan dan penyerangan tersebut berawal dari pertama kali diketahui oleh suami korban.

Saksi yang baru saja pulang dari warung kopi menemukan istrinya dalam keadaan bersimbah darah di atas sofa.

“Suaminya segera memanggil security kemudian memanggil taksi untuk segera membawa anaknya yang luka ke RS Pantai Indah Kapuk,” ujar Rachmat.

Rachmat juga menyebut polisi telah menemukan titik terang siapa yang melakukan tindakan keji tersebut, hingga kini reskrim Polsek Metro Penjaringan sedang bekerja keras mengungkap kasus pembunuhan tersebut.