Foto: Ilustrasi

@Rayapos | Pekanbaru – Delapan mayat misterius yang ditemukan terapung di perairan Selat Malaka, tepatnya di pesisir Kecamatan Bantan, Pulau Bengkalis. Hingga kini Kepolisian Daerah Riau masih terus menyelidiki temuan tersebut.

Mayat-mayat itu ditemukan petugas gabungan dan nelayan Kecamatan Bantan, tepatnya di perairan Selat Malaka, Pulau Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, Riau. Wilayah itu berbatasan langsung dengan Malaysia.

Kepala Sub Bidang Pelayanan Medis Kedokteran Kepolisian RS Bhayangkara Polda Riau, Kompol Supriyanto mengatakan bahwa seluruh mayat yang ditemukan selanjutnya diserahkan ke RS Bhayangkara.

Mayoritas mayat yang ditemukan tersebut, lanjut dia, sudah dalam kondisi tidak utuh. Bahkan beberapa korban ditemukan dalam keadaan cukup mengenaskan.

“Dari pemeriksaan, kami perkirakan usia mayat sudah lebih dari seminggu berada di air,” ujar Kompol Supriyanto di Pekanbaru, Senin (3/12/2018).

Berdasarkan pemeriksaan sementara, Kompol Supriyanto memastikan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh para korban. Namun petugas tetap kesulitan untuk melakukan identifikasi, karena sebagian besar sudah rusak.

Baca Juga:

Viral, Ikan Beku Hidup Lagi

Chat Hakim Selingkuh “Papa Maunya Mandi Sama Mama…”

Miliki Ratusan Kilogram Ganja, Tiga Orang Diciduk Polisi

Opsi lain yang digunakan petugas dengan melakukan identifikasi melalui susunan gigi dan DNA. “Ini langkah terakhir. Di samping itu, kita temukan data sekunder seperti properti dan medis, seperti luka bekas operasi, tato dan lainnya juga diidentifikasi,” jelasnya.

Dari delapan mayat yang ditemukan, sudah ada tiga yang berhasil teridentifikasi identitasnya. Mereka adalah Ujang Chaniago (48 tahun), Mimi Dewi 32 tahun dan Maya Karina 37 tahun.

“Untuk para korban yang sudah berhasil teridentifikasi, sudah dibawa oleh keluarganya,” pungkasnya.

BAGIKAN