Polisi Tetapkan Dua Tersangka Kasus Tewasnya Tiga Mahasiswa UII Yogyakarta

rayapos.com - Kasus UII
Olah TKP Lokasi Diksar Mapala UII Yoygakarta di Tawangmangu Karang Anyar Jawa Tengah (FOTO: Tempo.co)

@Rayapos | Jakarta: Polisi menetapkan dua tersangka kasus kematian tiga mahasiswa pencinta alam Universitas Islam Indonesia (Mapala UII) Yogyakarta saat mengikuti pendidikan latihan dasar ke 37 Mapala UII di Tawangmangu, Karang Anyar Jawa Tengah.

Penetapan sebagai tersangka yakni M. Wahyudi alias Yudi alias Kresek, 25 mahasiswa UII asal Kupang yang beralamat di Kaliurang dan Angga Septiawan alias Waluyo, 27, asal Tarakan Utara, Kalimantan Timur dilakukan setelah polisi menggelar perkara pada Minggu (29/1) kemarin.

Sebelumnya, Tim Satreskrim Polres Karanganyar bersama Tim IT Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jateng menangkap dua tersangka tersebut di posko Mapala Unisi UII Yogyakarta, sekaligus menyita barang bukti.

Diklat yang dilaksanakan di Telogo Dringo Kecamatan Tawangmangu pada 14-22 Januari 2017 itu dihentikan tanggal 20 Januari 2017 karena ada peserta diklat atas nama Fadhli meninggal dunia. Lalu saat kembali ke Yogyayakarta, berturut-turut jatuh korban meninggal atas nama Syaits Asyam pada 22 Januari dan Ilham pada 24 Januari 2017.

“Barang bukti yang ditemukan ada tali mountaineering yaitu tali yang biasa dipakai di gunung. Tali ini digunakan untuk mencambuk, kemudian ada batang kayu untuk pukul mereka,” kata Kabag Penum Polri Kombes Martinus Sitompul di Mabes Polri, Jakarta, Senin (30/1).

Martinus menambahkan, dari hasil autopsi dua dari tiga jenazah, polisi bisa mendapatkan data valid apa yang menyebabkan kematian korban.

Data sementara, ditemukan ada memar dalam tubuh korban.

“Kepada tersangka kita kenakan Pasal 170 dan 351 KUHP yang berbunyi mereka bersama melakukan suatu tindakan penganiayaan. Tersangka ditahan di Mapolres Karanganyar. Besok akan kita panggil sekitar 16 orang yang jadi pengurus dan panitia,” sambungnya.

Polisi ingin mengetahui peran mereka masing-masing. Tidak menutup kemungkinan dari 16 orang ini ada yang menjadi tersangka tambahan.

Dalam diklat maut itu ada 37 peserta yakni 34 lelaki dan 3 perempuan. Mereka terbagi lima grup. Ada tiga-empat orang dari senior Mapala yang mengawasi. Mereka inilah yang diduga melakukan tindakan pada korban hingga meninggal.

Sementara itu, pihak Universitas Islam Indonesia mengaku belum mengetahui adanya penangkapan terhadap dua mahasiswanya yang diduga menjadi pelaku tindak kekerasan yang menewaskan tiga orang dalam pendidikan dan latihan Mapala UNISI.

Sejauh ini, kabar penangkapan itu baru diketahui UII hanya dari media.

“Saya memang dengar dari media, ada dua orang yang dibawa polisi,” kata Direktur Direktorat Humas UII, Karina Utami Dewi, Senin, 30 Januari 2017.

Karena itu, UII belum bisa memberikan detail informasi lebih lanjut perihal siapa kedua mahasiswa mereka yang diamankan Kepolisian tersebut.

“Langsung ke Kepolisian saja, karena sudah masuk ranah hukum,” kata Karina.

Comments

comments