Kapolres Metro Jakarta Barat (tengah) Kombespol Hengki Haryadi (FOTO: RAYAPOS/ANDREW TITO)

@Rayapos | Jakarta – Polres Metro Jakarta Barat berhasil mengungkap kasus peredaran sabu seberat 30 kilogram asal Malaysia. Uang tunai Rp 2,3 Miliar yang di duga hasil penjualan ikut disita polisi.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombespol Hengki Haryadi mengatakan pengungkapan jaringan peredaran sabu kali ini berhasil diselidiki berdasarkan hasil rangkaian penyelidikan yang rumit.

Semenatara paska penangkapan terhadap dua kurir narkotika jenis sabu berinisial FJ dengan barang bukti 500 gram dan TH dengan barang bukti sabu 767 gram, Satuan Reserse Narkoba Polres Jakarta Barat langsung mendalami jaringan tersebut.

Baca juga:

Digoyang Gempa, Ayudia Bing Slamet Pusing Berat

Cewek Ini Ganti Pakaian di Mal, Video Bugilnya Akan Dijual

Gempa Susulan Lombok 142 Kali, 89 Meninggal

Alhasil, polisi mengendus keberadaan penjaga gudang penyimpanan barang haram itu di Jalan Walang Sari II, Tugu Utara, Jakarta Utara dengan tersangka berinisial RZ.

“Di dalam gudang itu kami amankan dua tas yang berisi masing-masing 9 bungkusan narkotika jenis sabu dan 20 bungkus sabu. Total semuanya ada 29.603 gram. Kalau di totalkan semuanya mencapai 30,1 kg,” ujar Hengki saat rilis kasus narkoba di halaman Mapolres Metro Jakarta Barat, Senin (6/8/2018).

Kemudian, dari RZ polisi kembali mengembangkan dan hasilnya pun mendapatkan pengendali sabu dan pengatur keuangan itu berinisial MDL. Ia ditangkap di sebuah aparteman di Tanjung Duren, Jakarta Barat.

“Jadi MDL ini mengendalikan sabu yang ada di gudang,” terang dia.

Barang bukti ini, dikendalikan oleh seorang narapidana yang mendekam di lapas Jawa Barat. Sabu ini dikirim dari Malaysia dan polisi pun menyita uang sebanyak 2,3 Milliar hasil penjualan.

“Ada uang tunai 2,3 Miliar, 2 unit mobil untuk operasi pengiriman, 1 unit sepeda motor, 8 unit hp dan sejumlah buku rekening. Total asetnya 48 miliar,” tutup dia.

Keempat pelaku ini dikenakan pasal 114, 112 tentang narkotika dan pasal 137 pencucian uang, dengan ancaman hukuman terberat 20 tahun penjara hingga hukuman mati.

BAGIKAN